HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

PAN Tolak Kenaikan Ambang Batas Parlemen, Tegaskan Risiko Suara Rakyat Terbuang

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026 - 21:53 WIB

50137 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan sikap menolak kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) di atas 4 persen pada Pemilu mendatang. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menyatakan, keputusan ini diambil bukan karena kekhawatiran partainya tidak lolos ke DPR. Menurutnya, PAN telah membuktikan eksistensi di Senayan sejak Pemilu 1999 hingga 2024.

Pernyataan tersebut disampaikan Viva Yoga menanggapi wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Umum yang kembali membuka peluang naiknya ambang batas, Kamis (17/9/2026). Ia menegaskan, PAN berpegang pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang secara tegas memerintahkan agar perubahan ambang batas harus berada dalam koridor menjaga proporsionalitas sistem pemilu.

Viva menilai, semakin tinggi angka ambang batas, semakin besar pula suara sah rakyat yang tidak akan terkonversi menjadi kursi DPR. Menurut data yang ia sebutkan, pada Pemilu 2024 dengan PT 4 persen, sebanyak 17,3 juta suara atau 11,4 persen suara sah nasional hilang tidak menjadi kursi. Sementara pada Pemilu 2019, angka suara yang hangus mencapai 13,5 juta suara, dan pada Pemilu 2014 tercatat 2,9 juta suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Viva menegaskan, Putusan MK menyoroti pentingnya menjaga agar suara rakyat tidak terbuang sia-sia. Kenaikan ambang batas tanpa metode dan argumentasi yang kuat dinilai MK bisa menyebabkan disproporsionalitas yang tinggi antara jumlah suara sah dan jumlah kursi yang diperoleh partai di parlemen.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ide penyederhanaan partai politik di parlemen tidak boleh bertentangan dengan prinsip proporsionalitas dan keadilan pemilu. Menurut Viva, menaikkan ambang batas hanya demi merampingkan jumlah partai justru berpotensi mengurangi representasi demokrasi.

Sikap PAN ini berbeda dengan mayoritas partai koalisi pemerintahan yang mendukung kenaikan ambang batas menjadi 5 persen. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, sebelumnya menyampaikan bahwa koalisi pendukung pemerintah secara umum sepakat mendukung PT 5 persen demi sistem pemilu yang lebih efektif dan efisien. Sugiono berpendapat, aturan tersebut dirancang agar suara rakyat terakomodasi seoptimal mungkin dan tidak banyak suara pemilih yang terbuang.

Perbedaan pandangan antarpartai politik dalam menentukan besaran ambang batas menunjukkan masih kuatnya perdebatan terkait representasi politik dan sistem demokrasi di Indonesia. Proses pembahasan RUU Pemilu akan menjadi penentu apakah aspirasi agar suara rakyat tidak terbuang dapat terakomodasi secara adil melalui kebijakan ambang batas parlemen yang akhirnya diputuskan bersama. (*)

Berita Terkait

Skenario Politik 2029: Dinamika di Lingkaran Jokowi dan Prabowo
Manuver Politik di Tengah Pusaran Kasus, Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur dari Pengurus Golkar
Pilih Berpidato Tanpa Teks, Presiden Prabowo Mengaku Abaikan Rekomendasi Pakar
Prabowo Subianto Tebar Janji Pendidikan Gratis dan Senggol Praktik Korupsi di HUT PAN
Kemenkum Aceh Resmi Tetapkan Kepengurusan Baru DPP Partai Nusantara Aceh Periode 2026-2031
Dinamika Politik 2029: Poros Kekuasaan Mulai Bergerak di Tengah Pemerintahan Prabowo
Benarkah Ada Upaya Melengserkan Presiden Prabowo Subianto? Ini Penjelasan Habib Rizieq Shihab
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Disorot Tajam: Kebijakan Dinilai Belum Menyentuh Akar Ketimpangan dan Krisis Tata Kelola

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Ancaman Nyata Karhutla: Orangutan Terancam Punah, Kualitas Udara Terus Memburuk

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB