Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Jalan Putus ke Gayo Lues, Fokus Pulihkan Akses Logistik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 23:04 WIB

50233 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Akses utama menuju Kabupaten Gayo Lues dari arah Aceh Tenggara kembali terputus akibat longsor susulan yang terjadi beberapa hari terakhir. Menyikapi situasi tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dody Hanggodo, melakukan kunjungan langsung ke lokasi bencana di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, Minggu (4/1/2026), guna meninjau kerusakan serta merumuskan langkah penanganan tanggap darurat.

Setibanya di Bandara Blangkejeren, Menteri Dody beserta rombongan disambut oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gayo Lues, Anggota Komisi V DPR RI H. Irmawan, para asisten pemerintah daerah, hingga para kepala satuan kerja perangkat kabupaten. Dari bandara, rombongan langsung menuju titik longsor yang memutus jalur penghubung Gayo Lues dan Aceh Tenggara, jalur vital yang selama ini menjadi urat nadi distribusi logistik dari Medan dan sekitarnya.

Menteri Dody menjelaskan bahwa penanganan terhadap longsor di Putri Betung sebenarnya telah dimulai sejak Jumat dini hari. Namun, kondisi tanah yang labil serta curah hujan yang tinggi mengakibatkan jalan kembali ambruk pada Sabtu pagi. “Ini sudah kita tangani sejak Jumat subuh, namun tadi pagi sekitar jam enam atau tujuh ambruk lagi karena memang kondisinya parah. Kemudian dari bukitnya ini kita cari cara bagaimana penanganannya,” ujarnya saat meninjau lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan pentingnya mencari metode penanganan terbaik untuk memulihkan jalur tersebut secepat mungkin. Keterlambatan dalam membuka akses dikatakannya berpotensi menghambat masuknya pasokan logistik ke Gayo Lues, yang berisiko pada krisis bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya bagi warga. “Karena jika terlalu lama tidak ditangani, maka logistik tidak masuk ke Gayo Lues. Penanganan darurat yang paling berat sekarang ya di sini, tapi kita lihat dua atau tiga titik ke depan masih bisa ditangani,” tambahnya.

Menteri Dody mengatakan pemerintah memusatkan perhatian pada pembukaan jalur darat Aceh Tenggara–Gayo Lues agar pergerakan barang dan orang tidak terganggu. Ia menyebut penanganan infrastruktur lainnya juga akan tetap dilakukan, namun prioritas saat ini adalah menjaga kelancaran distribusi logistik dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung potensi pengembangan Bandara Blangkejeren. Menteri mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi terkait kemungkinan perpanjangan landasan pacu bandara agar pesawat kargo sekelas Hercules dapat mendarat, memudahkan pengiriman bantuan logistik saat jalur darat terganggu. “Tadi Pak Bupati sudah informasikan bahwa lahan sudah dibebaskan. Itu nanti ranahnya Kementerian Perhubungan, dan saya akan komunikasikan langsung dengan Pak Menteri Perhubungan,” jelasnya.

Senada dengan Menteri Dody, Anggota Komisi V DPR RI H. Irmawan menyampaikan bahwa kondisi Gayo Lues saat ini memang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama dalam pemulihan infrastruktur. Ia menyebut kedatangan para pejabat tinggi dari Kementerian PUPR ke lokasi terdampak menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani bencana ini secara serius.

“Sampai hari ini, pejabat Kementerian PU sudah hampir semua hadir ke Gayo Lues. Mulai dari Menteri, Sekjen, Dirjen Bina Marga, hingga Dirjen BWS dan satker-satker terkait,” ujar Irmawan. Menurutnya, karena para pengambil keputusan telah menyaksikan langsung dampak kerusakan di lapangan, maka proses perencanaan dan penganggaran program pemulihan dipastikan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. “Mudah-mudahan karena mereka sudah menyaksikan langsung dampak dari banjir tersebut, kita tidak perlu lagi meyakinkan mereka,” lanjutnya.

Ia menegaskan, Komisi V DPR RI akan terus mengawal proses pemulihan dan memastikan agar perbaikan infrastruktur, terutama jalan penghubung antar kabupaten, dapat segera terlaksana. “Saya berkeyakinan, dalam waktu dekat ini pemulihan bisa berjalan. Sebenarnya penanganan sudah berlangsung secara maksimal, hanya saja karena kerusakannya cukup parah, tentu memerlukan waktu,” tutup Irmawan.

Usai meninjau titik longsor di Putri Betung, rombongan Menteri PUPR juga melanjutkan peninjauan ke Jembatan Aih Bobo. Jembatan ini merupakan penghubung utama antara Kecamatan Blangkejeren ke Kecamatan Dabun Gelang dan akses menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ali Kasim. Kunjungan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam percepatan pemulihan infrastruktur Gayo Lues yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat kesigapan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat di masa depan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:03 WIB

Rutin Dinas Pangan Agara Ditengarai Sarat Masalah Dan Disinyalir Dikorupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:11 WIB

Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji

Senin, 4 Mei 2026 - 22:26 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025

Senin, 4 Mei 2026 - 19:59 WIB

Penyerahan bantuan sosial untuk masyarakat Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi komunitas adat terpencil pada 2026.

Senin, 4 Mei 2026 - 16:47 WIB

Transaksi Sabu di Kebun Jagung Digagalkan, Polsek Lawe Sigala-gala Amankan Seorang Pria

Senin, 4 Mei 2026 - 01:07 WIB

Dedikasi Tinggi Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara, Bukti Komitmen Lindungi Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:03 WIB

Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Kembali Berulah, Wartawan di Aceh Tenggara Dianiaya Brutal di Warung Kopi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:12 WIB

Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun

Berita Terbaru