Menko Polhukam Dorong Kesiapsiagaan Karhutla di Sumsel: Penanganan Bukan Sekadar Tugas Teknis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:18 WIB

50348 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG Pemerintah pusat terus menguatkan langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah rawan, terutama di Provinsi Sumatera Selatan. Melalui Desk Penanggulangan Karhutla, Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) mendorong pelaksanaan apel kesiapsiagaan sebagai langkah konkret memperkuat sinergi lintas sektor.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal Pol (Purn.) Budi Gunawan, dalam keterangan resminya pada Selasa (29/7/2025), menyatakan bahwa Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang secara historis pernah mengalami dampak luar biasa dari kebakaran hutan dan lahan, baik dari sisi ekologis, ekonomi, maupun kesehatan masyarakat.

“Menyikapi kejadian karhutla yang semakin sering terjadi dan status siaga darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel serta 10 kabupaten/kota di wilayahnya, kami mendorong penguatan melalui pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla,” kata Menko Polhukam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk kesiapan, pada hari itu digelar Apel Kesiapsiagaan Karhutla di halaman Griya Agung, Palembang. Kegiatan ini melibatkan sekitar 1.200 personel, didukung kendaraan operasional, alat pemadam, serta satu unit helikopter patroli milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Apel ini juga dirangkai dengan peninjauan peralatan, kunjungan ke lokasi terjadinya karhutla, dan rapat koordinasi evaluasi penanganan.

Menurut Budi Gunawan, pencegahan karhutla harus dilakukan secara dini dan sistematis. Sejak awal 2025, Desk Karhutla telah aktif mendorong pemerintah daerah, khususnya Pemprov Sumsel, untuk melakukan rapat koordinasi daring secara berkala, sekaligus menyusun peta risiko dan strategi penanggulangan berbasis wilayah.

“Penanganan karhutla tidak hanya tugas teknis. Ini menyangkut masa depan bangsa, termasuk perlindungan terhadap rakyat, lingkungan, dan kredibilitas Indonesia di mata dunia internasional,” tegas Menko Polhukam, mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan bahwa pendekatan yang dibangun pemerintah saat ini bukan hanya reaktif, tetapi juga strategis dan kolaboratif. Pihaknya mengapresiasi sinergi yang telah terjalin antara instansi pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga masyarakat sipil dalam menangani karhutla di Sumsel.

“Dengan sinergi yang solid, kita dapat memperkuat sistem peringatan dini, mempercepat respon lapangan, dan memastikan dampak karhutla dapat diminimalkan. Saya percaya, jika semua pihak mengerahkan kapasitas terbaiknya, maka kita akan mampu melewati masa rawan ini dengan baik,” ujarnya.

Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi prioritas dalam upaya nasional mengatasi kebakaran hutan, mengingat wilayah ini memiliki ekosistem gambut yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau panjang. Oleh sebab itu, pendekatan terpadu antara mitigasi risiko, pengawasan lapangan, dan respons cepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan ekologis.

Dalam penutupan arahannya, Menko Polhukam kembali menekankan pentingnya menjadikan penanggulangan karhutla sebagai bagian dari komitmen nasional menjaga kelestarian alam dan kehormatan bangsa di mata dunia. “Kita tidak bisa main-main dengan karhutla. Taruhannya adalah generasi masa depan.”  (*)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini
Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah
Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang
Jadi Pembicara dalam SUSBANPIM VIII, Menteri Nusron: Good Governance Dimulai dari Disiplin, Pembagian Tugas, dan Tata Kelola yang Jelas
Beda Fungsi dan Kegunaan, Pahami Perbedaan Pengecekan Sertipikat dan SKPT

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:42 WIB

Prof Sutan Nasomal, Harapkan Presiden Prabowo Kabulkan Aspirasi Kader Pengurus Partai Kab. Aceh Singkil dan Kota Subulussalam Satu Dapil Mudahkan Pemilih!!!

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:06 WIB

Masyarakat Demo Tuntut Hak Kepada PT Nafasindo

Rabu, 15 April 2026 - 03:37 WIB

Massa Kepung PT Socfindo Lae Butar, Tuntut Plasma, Lapangan Kerja, hingga Legalitas Operasional Pabrik

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:45 WIB

Dugaan Penganiayaan di Suro Dilaporkan ke Polisi, Unit Reskrim Bertindak Cepat

Sabtu, 14 Februari 2026 - 00:30 WIB

Bea Cukai Meulaboh Perkuat Sinergi DBHCHT dan Tebar Literasi Kepabeanan bagi Generasi Muda Aceh Singkil

Jumat, 23 Januari 2026 - 22:22 WIB

Disambut Haru dan Sorak Dukungan, Yakarim Munir Resmi Keluar dari Rutan Singkil

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:15 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Apel di Mapolres Aceh Singkil, Apresiasi Kinerja Personel dalam Penanganan Bencana Alam

Senin, 5 Januari 2026 - 13:31 WIB

KUA Kecamatan Kluet Utara Menyalurkan Bantuan Korban Kebakaran Gampong Simpang Lhee

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026

Sabtu, 6 Jun 2026 - 14:16 WIB