Mengenal Maestro Korupsi Pertamax Rasa Pertalite

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Maret 2025 - 02:09 WIB

501,537 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA boleh berbangga. Salah satu putra daerahnya menapaki puncak karier yang luar biasa. Dari bangku Teknik Kimia ITB hingga Norwegian University of Science and Technology (NTNU), Maya Kusmaya bukan orang sembarangan. la adalah seorang akademisi ulung, profesional terkemuka, dan yang terbaru, tersangka kasus korupsi.

Betapa indahnya perjalanan hidup ini. Dari seorang mahasiswa berprestasi hingga menjadi headline berita kriminal di seluruh negeri. Sungguh transformasi yang menginspirasi!

Dalam dunia bisnis minyak, ada banyak inovasi. Ada minyak ramah lingkungan, ada minyak dengan oktan tinggi, dan ada juga, berkat Maya dan koleganya, minyak oplosan, Pertamax rasa Pertalite. Sebuah terobosan yang memadukan seni pencampuran ala tabib kuno dengan kecanggihan teknologi modern.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Premium dan Pertalite? Siapa sangka keduanya bisa menjadi sahabat karib dalam satu drum besar! Dengan sentuhan magis dari tim yang dipimpin Maya, lahirlah bahan bakar berkualitas “baru” yang tak pernah terpikirkan oleh akal sehat manusia biasa.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar, menjelaskan, dengan penuh rasa syukur dan haru bahwa Maya Kusmaya, bersama tangan kanannya Edward Corne, telah memberikan restu bagi pencampuran RON 88 dan RON 92. Sungguh kolaborasi yang mencerminkan semangat gotong royong!

Seperti halnya selebritas papan atas, Maya memilih untuk tidak menghadiri undangan eksklusif dari Kejaksaan Agung. Mungkin sedang sibuk meeting, mungkin juga lagi belanja ke luar negeri. Namun, karena dunia tidak seindah dugaan, Maya akhirnya dijemput dengan penuh kehormatan oleh tim penyidik.

Pukul 10.00 WIB, Kejagung dengan sabar menanti. Pukul 14.00 WIB, harapan mulai memudar. Akhirnya, bagaikan adegan klimaks dalam film thriller politik, aparat hukum bergegas menjemput Maya dari kantornya. Sebuah perjalanan dinas yang tak pernah terpikirkan sebelumnya!

Kini, Maya akan menjalani masa istirahat selama 20 hari ke depan di hotel berbintang tanpa bintang, Rutan Salemba Cabang Kejagung. Sebuah tempat eksklusif dengan fasilitas jeruji besi dan suasana yang jauh dari hingar-bingar dunia korporat.

Dengan penangkapan Maya, galeri petinggi Pertamina yang tersandung kasus korupsi semakin lengkap. Total, sudah enam orang petinggi yang kini menghiasi dinding sejarah gelap perusahaan minyak negara. Seakan mengikuti tren, posisi tinggi di Pertamina tampaknya kini tak hanya menjanjikan gaji besar dan fasilitas mewah, tapi juga tiket emas menuju ruang interogasi.

Maya sendiri menggantikan Riva Siahaan, yang tak disangka juga telah lebih dulu masuk dalam daftar tersangka. Mungkin ini bagian dari tradisi turun-temurun, di mana setiap direktur yang menjabat harus siap mewarisi beban kasus pendahulunya.

Sungguh, Pertamina adalah tempat di mana karier dan skandal berjalan beriringan. Ini bak dua sisi mata uang. Sebuah institusi yang tak hanya bergerak di bidang energi, tapi juga di bidang drama kriminal berbiaya tinggi.

Maya Kusmaya, sang akademisi, profesional, dan inovator dalam industri minyak kini melengkapi CV-nya dengan jabatan baru, tersangka korupsi. Dari jalur pendidikan yang gemilang hingga perjalanan karier yang menakjubkan, akhirnya ia sampai di babak yang paling dinanti, babak jeruji besi.

Apakah ini akhir cerita? Tentu tidak! Sejarah telah membuktikan bahwa para petinggi perusahaan besar selalu punya jalan pulang. Dengan jaringan kuat, pengacara andal, dan sistem hukum yang lentur, tak ada yang mustahil.

Mari kita tunggu. Apakah Maya akan menikmati masa “pengabdian” di rutan dalam waktu lama, atau justru kembali dengan jabatan baru? Dunia ini penuh kejutan!***

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Berita Terkait

Aksi Ribuan Mahasiswa Indonesia di Jakarta Disorot Media Asing, Protes soal Kebijakan Ekonomi Pemerintah
Sidang Kasus Chromebook: Nadiem Makarim Kritik Replik Jaksa, Dukungan Moral Publik Menguat
Ahli Bantah Tuduhan Tidak Independen dalam Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Rakyat Dan Insan Pers Kecewa! Pejabat Yang Selama Ini Terlihat Tegas Ternyata Diduga Tak Bersih
KPK Bongkar Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Audit Muara Enim, Lima Orang Ditahan
Demi Mengejar WTP, Bupati Muara Enim Diduga Suap Audit BPK, KPK Tetapkan Lima Tersangka
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Kasus MBG, Orang Kepercayaan Eks Wakil Kepala BGN Dijerat
Pesan Berantai Daftar Nama Kasus MBG Viral, Kejagung Belum Mengonfirmasi Isi Tuduhan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:11 WIB

Ekonomi RI Dikabarkan Lemah, Ketum AKPERSI: Kita Punya Fondasi Kuat

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Eks Wakil Kepala BGN Siap Bongkar Pihak Besar dalam Dugaan Korupsi MBG, Pengajuan Justice Collaborator Didorong Berbagai Pihak

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:51 WIB

Stop Framing dan Mengaitkan Yasonna Laoly dengan Kasus Hukum yang Menjerat Silmy Karim

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:17 WIB

DPN PERMAHI Dukung Langkah Presiden Prabowo Benahi BGN, Korupsi Program MBG Harus Diusut Hingga ke Akar

Kamis, 4 Juni 2026 - 21:32 WIB

Aktivis Nasional Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Agus Andrianto, Bukti Nyata Komitmen Bersihkan Institusi dari Praktik Korupsi

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:39 WIB

*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:05 WIB

Sebanyak 1.052 Narapidana dan Anak Binaan Terima RK dan PMP Khusus Waisak Tahun 2026

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

*Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni 2026, BRN: Jawaban atas Kerinduan Masyarakat*

Berita Terbaru