Megawati Kembali Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan Periode 2025–2030 Lewat Kongres Bali

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 3 Agustus 2025 - 23:14 WIB

50792 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI — Kongres ke-6 PDI Perjuangan yang digelar di Nusa Dua Bali Convention Center pada Jumat, 1 Agustus 2025, secara aklamasi kembali mengukuhkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum untuk periode kepemimpinan 2025–2030. Keputusan itu diambil dengan bulat tanpa voting, mencerminkan konsolidasi internal partai yang masih solid di bawah kepemimpinannya.

Proses pengukuhan berlangsung cepat, jauh lebih singkat dari yang dijadwalkan. Menurut Ketua Steering Committee Kongres ke-VI, Komarudin Watubun, forum kongres hanya mengukuhkan hasil Rakernas sebelumnya yang memang telah menyepakati Megawati sebagai satu-satunya nama untuk posisi tertinggi partai.

“Karena memang sudah terpilih di Rakernas kemarin, ini dikukuhkan saja. Forum Rakernas tidak untuk memilih ketua umum,” ujar Komarudin di lokasi kongres. Ia mengaku tak menyangka proses pengukuhan berlangsung secepat itu, padahal sebelumnya disetting hingga pukul 23.00 WIB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kongres PDI Perjuangan adalah forum tertinggi partai dalam menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi struktur nasional. Forum ini diikuti oleh para Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPD, DPC, serta seluruh unsur DPP partai. Pengukuhan Megawati untuk kelima kalinya menjadi simbol keberlanjutan dan stabilitas dalam kepemimpinan PDI Perjuangan.

Sebelum kongres digelar, partai terlebih dahulu mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) pada Rabu, 30 Juli 2025. Dalam Bimtek tersebut, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali mengingatkan pentingnya kesolidan antar-kader dan peran partai sebagai penopang utama negara.

“Kalau tiangnya rapuh, negara bisa runtuh. Kita pernah dijajah 3,5 abad, apa kita mau dijajah lagi? Jangan! Karena penjajahan itu sakit sekali,” ujar Megawati di hadapan ratusan kader di The Meru & Bali Beach Convention Center, Sanur.

Dalam pidato politiknya, Megawati juga menekankan pentingnya disiplin organisasi dan nilai gotong royong sebagai kekuatan utama partai. Ia meminta seluruh kader di semua tingkatan agar patuh terhadap keputusan partai dan tidak terjebak dalam kepentingan pribadi yang dapat menciptakan friksi internal.

“Partai ini harus makin besar, jangan malah mengecil. Kalian harus merasa sebagai satu keluarga, harus bergotong-royong. Kalau bergotong-royong begitu, rakyat akan ikut bersama kita,” tegasnya.

Terpilihnya kembali Megawati menandai kesinambungan arah ideologis dan struktural partai, terutama menjelang dinamika politik pasca-Pemilu 2024. Dalam sejumlah kesempatan, Megawati telah berulang kali menegaskan bahwa PDI Perjuangan bukan sekadar alat politik elektoral, melainkan rumah ideologis yang dibangun dari ajaran Bung Karno dan semangat kebangsaan yang kokoh.

Kini dengan mandat baru hingga 2030, Megawati dihadapkan pada tantangan berat untuk menjaga relevansi dan kekuatan partai dalam lanskap politik yang terus berubah. Namun dengan dukungan penuh dari jajaran struktural dan basis akar rumput, PDI Perjuangan tampaknya masih memegang kunci penting dalam peta kekuasaan nasional untuk lima tahun ke depan. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Putusan MK 128 memperkuat demokrasi Inkulsif dan representatif politik Perempuan.

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru