slot preparation.lsrs.lu

Mahfud MD Kritik Pengalihan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah dan Desak KPK Ambil Alih

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 13 Juli 2026 - 01:28 WIB

50339 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Mantan Menkopolhukam Mahfud MD mengkritik keras pengalihan penanganan kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dari kepolisian ke Kejaksaan Agung yang dianggapnya berpotensi merusak sistem hukum di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Mahfud dalam siaran yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official pada 11 Juli 2026.

Mahfud menegaskan bahwa secara hukum tidak dikenal mekanisme pengalihan atau penyerahan penyidikan lanjutan secara langsung dari penyidik polisi ke penyidik kejaksaan atau sebaliknya. Menurutnya, pelimpahan perkara harus dilakukan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang mengharuskan tersangka sudah diperiksa, berkas perkara lengkap, dan memenuhi syarat minimal dua alat bukti sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

“Sebenarnya apa yang terjadi dalam kasus Febrie bukan pelimpahan, melainkan pengalihan penyidikan yang tidak sah secara hukum,” ujarnya. Mahfud menyatakan hal ini bisa menimbulkan persoalan krusial, termasuk peluang tersangka mengajukan praperadilan dan berpotensi memenangkan gugatan karena prosedur tidak terpenuhi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih jauh, Mahfud menduga pengalihan penanganan kasus tersebut merupakan produk kompromi dari konflik antar institusi yang ia gambarkan sebagai “perang proksi”. Ia khawatir skenario ini justru digunakan untuk membatasi jangkauan penyidikan sehingga hanya tersangka yang telah ditetapkan saja yang diusut, tanpa menyentuh kemungkinan keterlibatan pihak lain yang lebih besar.

Mahfud juga mempertanyakan kejelasan keberadaan Febrie Adriansyah setelah penetapan tersangka dan pengunduran dirinya dari jabatan, yang hingga kini belum diinformasikan kepada publik secara transparan oleh institusi terkait. Ia menilai Jaksa Agung dan Kejaksaan Agung sebagai pihak yang paling bertanggung jawab memberikan penjelasan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai solusi, Mahfud mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengambil alih penyidikan kasus ini agar penegakan hukum dapat berjalan objektif dan tanpa intervensi. Jika KPK belum berani mengambil langkah tersebut, Mahfud menyarankan agar Presiden Republik Indonesia turun tangan secara langsung untuk memberikan kewenangan kepada KPK.

“Saya tegaskan perlu adanya pelurusan segera agar mekanisme hukum acara pidana dan sistem hukum kita tidak rusak,” kata Mahfud. Ia juga menekankan pentingnya pemberantasan korupsi yang konsisten, transparan, dan tidak tebang pilih demi menjaga integritas aparat penegak hukum dan kepercayaan publik.

Pernyataan Mahfud MD tersebut menjadi sorotan luas dan penting untuk disimak sebagai bagian dari dinamika penegakan hukum dalam kasus besar yang tengah dihadapi oleh institusi penegak hukum. Ulasan lengkap pernyataan Mahfud dapat disaksikan di kanal YouTube Mahfud MD Official melalui tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=_1dqAur7b5M.

(RED)

Berita Terkait

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik
Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran
Mabes Polri Dalami Dugaan Keterlibatan Ketum Parpol dan Aliran Dana Judi Online di Kasus Penyadapan Presiden
Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri
Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini
ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun
Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru