Kronologi Penembakan Warga di Lhokseumawe, Tersangka Mengaku Disuruh

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 13 November 2025 - 21:45 WIB

50618 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LHOKSEUMAWE | A, tersangka kasus penembakan yang menewaskan Muhammad Nasir, seorang pedagang bakso di Desa Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, akhirnya buka suara. Saat digiring polisi menuju ruang tahanan usai konferensi pers, Kamis (13/11/2025), A mengaku bahwa ia disuruh untuk menembak korban. Dalam kondisi emosional, sambil menangis dan diapit oleh dua petugas provos, A meminta bantuan kepada wartawan yang hadir.

“Tolong dibahas pak, semua pelakunya, dan semua yang menyuruh saya pak. Tolong bantu saya pak, bantu saya pihak-pihak wartawan. Saya tidak niat menembak almarhum,” ungkap A dengan suara bergetar. Namun, ketika kembali ditanya siapa yang menyuruhnya, A hanya diam sambil menundukkan kepala dan menahan tangis.

Penembakan ini bermula dari persoalan utang piutang. Korban, Muhammad Nasir, diketahui menerima transfer uang sebesar Rp 90 juta pada 7 November 2025. Sebagian dari uang itu, sekitar Rp 30 juta, telah digunakan korban untuk membayar utang. Pelaku merasa tidak puas dengan penggunaan uang tersebut. Pada Sabtu (9/11/2025) malam, pelaku mendatangi korban di rumahnya untuk meminta klarifikasi. Korban kemudian diajak keluar rumah dan berbincang di sebuah warung kopi di depan rumahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak lama berselang, sebuah mobil Ayla berwarna hitam datang ke lokasi dan membawa pelaku lain yang diduga turut terlibat. Setelah berbicara selama 15 menit, korban diajak menuju jembatan yang berjarak sekitar 10 meter dari tempat perbincangan awal. Di situlah terjadi cekcok yang berujung pada penembakan.

Korban ditembak dua kali, satu peluru mengenai lengan, dan peluru lainnya mengenai leher hingga tembus ke kepala. Korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Tersangka A, yang merupakan warga Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, ditangkap polisi di Kabupaten Bireuen pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 06.15 WIB. Saat itu, A tengah berusaha melarikan diri. Pelaku sudah menyiapkan mobil untuk kabur dan berencana pergi ke Singapura. Pencarian polisi tidak hanya dilakukan di Aceh, tetapi juga diperluas ke Sumatera Utara dan luar negeri.

Selain menangkap tersangka A, polisi juga berhasil mengidentifikasi pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk seorang pelaku berinisial R yang memberikan senjata api kepada A. R kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Identitas pelaku lain sudah dikantongi, dan pengejaran masih terus dilakukan.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sepucuk senjata api laras pendek beserta tiga peluru aktif. Senjata itu akan dikirim ke Laboratorium Forensik untuk uji balistik guna mendukung penyelidikan lebih lanjut. Polisi berhasil mengungkap kasus ini hanya dalam waktu tiga hari setelah kejadian.

Muhammad Nasir ditembak hingga tewas tak jauh dari rumahnya pada Senin (10/11/2025) dini hari. Kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat karena korban dikenal sebagai pedagang bakso yang selama ini tidak memiliki riwayat konflik besar dengan siapa pun. (*)

Berita Terkait

Bea Cukai Lhokseumawe Gelar DKRO, Penerimaan Cukai Lampaui Target 2026
Perkuat Sinergi Pengawasan, Bea Cukai Lhokseumawe Jalin Kolaborasi dengan Yon Kav 11/MSC
YLBH CaKRA Daftarkan Praperadilan Terhadap Kapolres Lhokseumawe Terkait Prosedur Penyidikan
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Publik melalui RRI: Waspadai Rokok Ilegal dan Dampaknya
Kemenkeu Satu Lhokseumawe Perkuat Sinergi Dorong Pemberdayaan UMKM
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Generasi Muda soal Fiskal dan Bahaya Barang Ilegal Lewat Customs Goes To School
Bea Cukai Lhokseumawe Edukasi Publik melalui RRI: Waspadai Rokok Ilegal dan Dampaknya
Kakanwil DJBC Aceh Kunjungi Pangsarop Lhokseumawe, Perkuat Integritas dan Semangat Pengawasan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:37 WIB

Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi

Senin, 20 April 2026 - 01:59 WIB

Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 03:30 WIB

Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Rabu, 8 April 2026 - 22:04 WIB

Penempatan Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Selatan Gunakan Sistem RTG

Senin, 6 April 2026 - 18:39 WIB

Publik Geram Sri Wahyuni Didesak Transparan: Hilangnya Dokumen BOS Dinilai Janggal dan Sarat Manipulasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:52 WIB

Baital Mukadis Jaga Stabilitas Pemerintahan Aceh Selatan Tanpa Manuver Politik Saat Menjadi Plt Bupati

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:16 WIB

SPPI Aceh Selatan Berbagi Ratusan Paket Takjil Gratis kepada Pengendara

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:23 WIB

Mahasiswa Tetap Kawal Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon

Berita Terbaru