Ketua LSM Radar Aceh Muhammad Hawanis Apresiasi Cepat Tanggap Pj Gubernur Aceh dan Kadis PUPR Aceh Tangani Banjir

ADMIN

- Redaksi

Minggu, 12 Januari 2025 - 12:09 WIB

50627 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pembangunan Jembatan Bailey di Kecamatan Leuser mendapat apresiasi dari Ketua LSM Radar Aceh, Muhammad Hawanis, atas respon cepat Penjabat Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, M.Si, dan Kepala Dinas PUPR Aceh, Ir. Mawardi ST. Tindakan tersebut dianggap sangat penting dalam memulihkan aksesibilitas antara Desa Kane Mende dan Desa Bukit Bintang Indah yang sebelumnya terganggu akibat bencana banjir.

Menurut Hawanis, setelah laporan bencana diterima, Pj Gubernur Safrizal langsung memberikan arahan kepada Kadis PUPR Aceh untuk membentuk tim penanganan darurat. Tim tersebut segera bergerak ke lokasi dengan memanfaatkan komponen Jembatan Bailey yang tersedia dari berbagai wilayah lain yang tidak digunakan. Langkah ini dinilai efisien dan strategis untuk mengatasi permasalahan infrastruktur akibat bencana.

Tindakan tanggap darurat ini menunjukkan komitmen pemerintah Aceh dalam merespons kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana, dengan cepat dan efektif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Alhamdulillah, ini respon cepat dari Bapak Pj Gubernur Aceh dan Kadis PUPR Mawardi ST. Jembatan ini sangat penting untuk memulihkan akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir,” ujar Muhammad Hawanis, Ketua LSM Radar Aceh, pada Minggu (12/1/2025).

Pernyataan ini mencerminkan rasa syukur dan penghargaan atas langkah cepat yang diambil oleh pemerintah Aceh dalam menangani dampak bencana banjir, khususnya dengan membangun Jembatan Bailey sebagai solusi darurat untuk memulihkan konektivitas di wilayah Kecamatan Leuser.

Jembatan Bailey ini dibangun untuk memastikan mobilitas masyarakat di Kecamatan Leuser dapat kembali normal, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mengakses layanan dasar.

Muhammad Hawanis, Ketua LSM Radar Aceh, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah provinsi terhadap Kabupaten Aceh Tenggara. Menurutnya, pembangunan jembatan darurat ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk hadir dan memberikan solusi nyata di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami sangat mengapresiasi komunikasi yang terjalin antara Pj Bupati dengan Pj Gubernur Aceh dan Kadis PUPR Aceh. Jembatan sementara ini diharapkan dapat menjadi permanen di masa mendatang untuk mempermudah akses masyarakat,” ujar Hawanis.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan solusi jangka pendek tetapi juga membuka peluang untuk pembangunan infrastruktur permanen demi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Muhammad Hawanis menambahkan bahwa kunjungan langsung ke lokasi bencana merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Leuser. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang responsif seperti Jembatan Bailey ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terdampak bencana.

“Pembangunan Jembatan Bailey ini tidak hanya mengembalikan fungsi akses transportasi, tetapi juga menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam menghadapi bencana,” jelas Hawanis.

Hawanis, juga menyampaikan harapannya agar kerja sama yang solid antara pemerintah kabupaten dan provinsi ini terus berlanjut. “Kami berharap sinergi ini dapat berlanjut untuk pembangunan Aceh Tenggara yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.

Langkah-langkah tanggap darurat ini diharapkan menjadi fondasi untuk rencana pembangunan infrastruktur yang lebih kokoh dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

Berita Terkait

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas
Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh
Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun
Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman
Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan
Dorong Daya Saing Industri, Bea Cukai Banda Aceh Berikan Fasilitas Pembebasan Cukai
Pemerintah Diminta Segera Implementasikan MoU Helsinki untuk Menjaga Perdamaian Aceh
Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Polresta Banda Aceh Tetapkan MA Tersangka Dugaan Pemerkosaan Anak Tiga Tahun

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:18 WIB

Aksi Berani Wagub Aceh Redam Kericuhan Peringatan Hari Damai di Masjid Raya Baiturrahman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Pemerintah Aceh Upayakan Penyelesaian Permanen Polemik Pengibaran Bendera Bintang Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:19 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 8.088 Triliun pada Triwulan II-2026

Berita Terbaru