Meulaboh – Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Woyla Raya (Ipelmawar), Syahrul, mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat untuk segera melanjutkan proyek pengaspalan jalan penghubung antara Gampong Alue Sikaya dan Seuneubok Dalam. Permintaan itu disampaikan menyusul keluhan warga yang merasa terabaikan akibat lambannya penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan di kawasan tersebut.
Syahrul menilai, keberadaan jalan lintas Alue Sikaya–Seuneubok Dalam memiliki peran vital sebagai urat nadi transportasi masyarakat di wilayah Woyla Raya. Jalan tersebut menghubungkan sejumlah gampong di pedalaman Aceh Barat dan menjadi akses utama bagi warga untuk menjalankan aktivitas perekonomian, pendidikan, maupun layanan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa proyek pengaspalan sebagian ruas jalan itu sempat berjalan, namun sejak beberapa tahun terakhir terhenti tanpa kejelasan lanjutan.
“Kami masyarakat Seuneubok Dalam dan sekitarnya sangat berharap kepada pihak PUPR untuk menuntaskan proyek ini. Jalan tersebut bukan hanya soal infrastruktur fisik, melainkan bagian dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat kami,” kata Syahrul dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (17/7/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, kondisi jalan yang belum tersentuh pembangunan sejak tahun 1990 itu sangat memprihatinkan, terlebih saat musim hujan datang. Jalan menjadi becek, licin, dan kerap menyebabkan kecelakaan. Tak hanya menghambat aktivitas harian warga, situasi ini juga berdampak terhadap distribusi hasil pertanian dan akses menuju layanan publik.
Syahrul menegaskan bahwa Ipelmawar akan terus mengawal aspirasi masyarakat dan siap menjalin sinergi dengan pemerintah daerah demi mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang lebih merata. Ia mengingatkan bahwa ketimpangan pembangunan antarwilayah di Aceh Barat tak hanya mengganggu pemerataan ekonomi, tetapi juga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial di masyarakat pedalaman.
“Pembangunan yang adil dan merata adalah wujud nyata dari kehadiran negara. Kami percaya Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas PUPR akan merespons tuntutan masyarakat ini secara serius, dengan langkah konkret,” ujarnya.
Desakan dari Ipelmawar tersebut menambah daftar panjang tuntutan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Woyla Raya. Sejumlah gampong di kawasan itu diketahui masih minim sentuhan pembangunan, baik dalam sektor transportasi, pendidikan, maupun pelayanan dasar lainnya. (*)









































