Kemkomdigi Tegaskan Pentingnya Pengembangan Insfrastruktur untuk Tingkatkan Transformasi Digital

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 1 Februari 2025 - 02:28 WIB

50492 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan pentingnya pengembangan infrastruktur digital secara signifikan untuk meningkatkan transformasi digital di Indonesia.

“Pengembangan infrastruktur digital merupakan hal yang sangat mendasar dan tidak bisa ditunda. Tanpa infrastruktur digital yang memadai, kita tidak mungkin bisa bergerak maju,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, Kamis (30/1/25).

Dirjen Edwin mengatakan, ekonomi digital ditopang oleh adopsi dan pengembangan teknologi baru misalnya kecerdasan artifisial (AI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, hal itu perlu ditunjang oleh infrastruktur digital yang memadai dan merata di seluruh wilayah di Indonesia, termasuk pemenuhan talenta dan sumber daya manusia yang menguasai kemampuan digital secara mumpuni.

Pada 2030 mendatang, jumlah pelanggan mobile broadband diperkirakan mencapai 412 juta orang, di mana lalu lintas data akan meningkat 4,3 kali lipat hingga 581 petabyte per hari.

Riset dari World Bank pada 2024 juga menunjukkan bahwa peningkatan 10 persen dalam penetrasi mobile broadband dapat meningkatkan PDB per kapita sebesar 1,5 persen.

Sementara peningkatan kecepatan internet 10 persen dapat menciptakan tambahan lapangan kerja hingga 0,83 persen.

Oleh karena itu, Kemkomdigi berharap operator seluler selaku mitra pemerintah turut berpartisipasi meningkatkan kecepatan internet di Tanah Air.

Dirjen Edwin mengatakan, peningkatan produktivitas melalui infrastruktur menjadi krusial untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen per tahun.

“Salah satu tantangan utama adalah tingginya capital intensity, di mana untuk memperoleh tambahan output, kita membutuhkan banyak modal. Teknologi adalah solusinya,” ujar Dirjen Edwin.

Lebih lanjut Dirjen Edwin mengungkapkan, teknologi dapat berfungsi untuk mengefisiensikan proses dan meningkatkan hasil di berbagai sektor.

Dalam kaitannya dengan sektor ekonomi digital, sektor utama yang akan menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia di antaranya adalah e-health, e-commerce, e-tech hingga e-logistic.

Namun demikian, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan regulasi yang mendukung transformasi digital. Salah satunya adalah regulasi terkait penggunaan AI yang saat ini sedang dibahas.

Menurutnya, meskipun AI membawa banyak manfaat, ada potensi dampak negatif yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, regulasi yang jelas dan terstruktur sangat dibutuhkan untuk memastikan implementasi teknologi ini berlangsung dengan bijak.

Melalui berbagai langkah tersebut, Dirjen Edwin berharap Indonesia dapat terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi digital yang mampu bersaing di tingkat global.

“Kita harus tahu kapan dan bagaimana teknologi seperti AI diterapkan, misalnya dalam sektor kesehatan atau pendidikan. Kami berharap semua sektor dapat berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan besar ini, dengan dukungan regulasi yang jelas dan sinergi antara pemerintah dan sektor swasta,” jelas Dirjen Edwin.

(ndt/hn/nm)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru