Kemenko Polkam Dorong Sinergi Nasional Perkuat Keamanan Maritim Indonesia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 31 Juli 2025 - 19:55 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam) menegaskan komitmennya dalam memperkuat keamanan maritim nasional melalui koordinasi lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal itu ditegaskan dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Asisten Deputi Bidang Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan (Asdep Bidkoor Doktrin dan Strahan), di Jakarta, sebagai bagian dari penyusunan rekomendasi strategis kepada Menko Polkam.

Rapat dipimpin oleh Brigadir Jenderal TNI Parwito dan diikuti perwakilan dari 14 kementerian/lembaga terkait serta sejumlah pakar dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, TNI AL, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Keamanan Laut (Bakamla). Fokus utama pembahasan meliputi pengawasan dan penegakan hukum di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia, termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) dan titik-titik strategis seperti Choke Point.

Dalam arahannya, Brigjen Parwito menyebutkan bahwa penguatan sistem keamanan maritim merupakan langkah prioritas yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Ia menyampaikan bahwa dinamika keamanan di kawasan strategis seperti Laut Natuna Utara menuntut respons yang lebih terkoordinasi dan adaptif dari seluruh pemangku kepentingan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah lembaga melaporkan kondisi terkini dan tantangan yang dihadapi dalam pengamanan laut. Kementerian Pertahanan menyoroti perlunya peningkatan alat utama sistem senjata (Alutsista) dan kualitas sumber daya manusia. Kementerian Luar Negeri menekankan pentingnya diplomasi maritim, terutama dalam menghadapi pelanggaran oleh kapal asing. KKP melaporkan penurunan pelanggaran kapal melalui patroli terpadu, sementara TNI AL dan Bakamla menggarisbawahi keterbatasan infrastruktur serta kebutuhan logistik yang belum mencukupi.

Isu koordinasi dan integrasi sistem informasi menjadi sorotan penting. Perwakilan dari Setneg, Polairud, Kapuskodal, dan TNI AU menekankan pentingnya penyusunan strategi maritim nasional yang komprehensif, peningkatan interoperabilitas antarlembaga, serta optimalisasi anggaran melalui jadwal patroli yang saling terintegrasi.

Rapat menyepakati sejumlah rekomendasi kunci, antara lain evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan pengadaan dan perawatan Alutsista agar lebih adaptif dan efisien, peninjauan ulang kebijakan penganggaran keamanan laut yang proporsional dengan tantangan lapangan, serta penyusunan dan penerapan SOP patroli terpadu berbasis pemetaan ulang daerah operasi.

Operasi pengamanan laut dinilai memberikan efek pencegahan signifikan terhadap aktivitas kapal ilegal, namun keterpaduan sistem dan penguatan kapasitas dinilai mutlak diperlukan. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi krusial dalam menghindari tumpang tindih kewenangan dan anggaran.

Kemenko Polkam menegaskan akan terus memperkuat sinergi antarlembaga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang berdaulat, aman, dan berdaya saing global. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru