Kantor Hotman Paris Didemo Ratusan Aktivis, Tuntut Klarifikasi dan Penegakan Hukum yang Adil

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 20 Juli 2026 - 23:29 WIB

50201 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Ratusan orang yang mengatasnamakan diri Aktivis Connection menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Law Firm Hotman Paris & Partner di Kompleks Ruko Kensington, Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Senin (20/7/2026). Aksi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polsek Kelapa Gading yang menurunkan 17 personel demi menjaga keamanan dan ketertiban selama demo berlangsung.

Massa mulai berkumpul sekitar tengah hari, membawa bendera, spanduk, satu mobil komando, serta enam unit mikrolet dan sejumlah sepeda motor. Di bawah komando Koordinator Lapangan, Maemun, mereka menyampaikan tuntutan secara bergantian lewat pengeras suara dari mobil komando. Salah satu sorotan utama peserta aksi adalah permintaan agar Hotman Paris segera memberikan klarifikasi di depan publik terkait pernyataan yang dinilai menghina profesi jurnalis pada konferensi pers sebelumnya.

Aksi massa juga menolak narasi yang mereka nilai menyesatkan dan membodohi publik, serta menyoroti gaya Hotman Paris yang dianggap terlalu sensasional dan gemar memamerkan kekayaan saat menghadapi kasus besar di tengah sorotan publik. Dalam orasinya, para peserta menuntut agar proses penegakan hukum tetap berjalan berdasarkan alat bukti, bukan berdasarkan opini atau sensasi yang dibuat-buat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Massa menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil, profesional, dan transparan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sistem peradilan di Indonesia. Spanduk-spanduk yang dibawa mengajak masyarakat mengawasi proses hukum, serta mengecam praktik advokasi yang terkesan membela pelaku korupsi demi kepentingan tertentu. Pesan tegas juga diarahkan kepada Hotman Paris untuk lebih fokus pada substansi penegakan hukum daripada menampilkan gaya hidup mewah di hadapan media.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Muhammad Esha membenarkan adanya unjuk rasa tersebut dan memastikan kondisi tetap aman serta terkendali. Ia menyampaikan, polisi terus memantau situasi di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto turut menegaskan bahwa aksi ini berlangsung damai dan tertib, tanpa insiden berarti.

Polisi juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara damai serta tetap mematuhi ketentuan undang-undang yang berlaku mengenai kebebasan menyampaikan aspirasi di ruang publik. Hingga berita ini dimuat, aksi masih berlangsung di depan kantor Hotman Paris & Partner. Pihak Hotman Paris sendiri belum memberikan keterangan resmi atas tuntutan dan kritik yang disampaikan massa. Redaksi masih menunggu tanggapan dari pihak terkait untuk memuat pemberitaan yang berimbang dan sesuai kode etik jurnalistik.

Gelombang kritik terhadap Hotman Paris memang kian deras setelah dirinya memutuskan menjadi kuasa hukum mantan Jampidsus Kejagung RI, Febrie Adriansyah, yang terjerat kasus korupsi dan pencucian uang PT Asabri. Selain dinilai sering membangun opini yang memecah opini publik, Hotman juga menuai kecaman terkait pernyataan yang dianggap merendahkan profesi wartawan. Massa aksi menilai, sudah saatnya seluruh proses hukum berjalan jujur tanpa intervensi opini maupun gaya sensasi dari figur publik. (*)

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak” Saat Wawancara, Benny K Harman Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataan Kontroversial
Upaya Pencarian Barang Pribadi Almarhum Sutrimo, Kuasa Hukum Sambangi Kediaman Mantan Jampidsus
Misteri Ponsel Hilang di Balik Kematian Sutrimo, Polisi Perdalam Penyidikan
Keluarga Sutrimo Datangi Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Soroti Kejanggalan Kematian
Jusuf Kalla Tegaskan Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh Bukan Bentuk Penolakan ke Pemerintah Pusat
Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai
Tim Forensik Lakukan Uji Laboratorium Puluhan Sampel Jenazah Mantan Pegawai Jampidsus di Banyumas
Pemerintah Tetapkan Anggaran Rp240 Triliun untuk Program MBG di 2027

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru