Jangan Hanya Butuh Saat Pencitraan Saja : YARA Desak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan Yang Korban Banjir

Redaksi

- Redaksi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:01 WIB

50283 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh : Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Barat, Hamdani, S.Sos., S.H.,M.H., meminta pemerintah daerah maupun pusat tidak menutup mata terhadap kondisi jurnalis yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Aceh. Bukan hanya kehilangan harta benda, banyak wartawan kini lumpuh secara profesi karena alat kerja vital seperti laptop dan kamera rusak terendam air.

Kondisi banjir yang mengepung sejumlah wilayah seperti Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Bireuen, Pidie Jaya, Aceh Tengah, Nagan Raya, Bener Meriah hingga Lhokseumawe tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga melumpuhkan profesi jurnalis.

Banyak wartawan di wilayah tersebut kini tidak bisa bekerja karena perangkat vital mereka seperti laptop dan kamera rusak terendam air. Tanpa alat tersebut, para “pemburu berita” ini praktis kehilangan mata pencaharian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Sangat ironis melihat pemerintah sangat terbantu oleh pemberitaan jurnalis saat bencana untuk menaikkan citra dan mendapatkan bantuan, namun abai ketika jurnalis itu sendiri tertimpa musibah. Alat kerja mereka adalah nyawa profesi mereka,” tegas Hamdani, Rabu, 21/01/2026.

Ketua YARA menegaskan adanya ketimpangan perlakuan dari pihak pemerintah terhadap peran jurnalis di lapangan. Ia menyebut pemerintah seringkali mendapatkan keuntungan dari pemberitaan masif yang dilakukan wartawan saat bencana, namun abai ketika jurnalis itu sendiri yang menjadi korban.

Poin Utama Desakan YARA:

Pendataan Khusus: Pemerintah diminta mendata awak media yang terdampak banjir secara spesifik.

Bantuan Alat Kerja: Memberikan skema bantuan atau kompensasi untuk perbaikan/penggantian alat kerja (kamera dan laptop) yang rusak.

Kepedulian Sosial: Menghapus stigma bahwa wartawan hanya “alat” publikasi, melainkan bagian dari masyarakat yang juga butuh perlindungan saat bencana.

YARA mengingatkan bahwa tanpa kehadiran jurnalis di lokasi bencana, informasi mengenai penderitaan rakyat tidak akan sampai ke telinga publik dan pemangku kebijakan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya pemerintah memberikan perhatian timbal balik yang adil. ( Red )

Berita Terkait

Di Balik Migas yang Bocor: Ketika Hukum Takluk pada Kekuasaan
Rekonstruksi Pemikiran Prabowo dan Merajut Kembali Imajinasi Kebangsaan
Irwandi Terpilih sebagai Ketua Fokusgampi Banda Aceh Periode 2026–2028
Ratusan Pelajar Ikut Kompetisi, Expo USM 2026 Siap Semarakkan Dunia Pendidikan
Pemilihan TPG Keude Linteung Berjalan Lancar : Hanya Dua Unsur Yang Ikut Pemilihan
Aliansi Masyarakat Tolak PT CA, Himbau Warga Dokumentasikan Setiap Intimidasi dan Aktivitas PT CA
Sekda Aceh Lompat Pagar, Dr Nasrul Zaman: Ini Komedi Politik yang Berbahaya
Haji Irmawan dan Transformasi PKB Aceh Menjadi Kekuatan Politik yang Diperhitungkan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:29 WIB

Kadis Kominfo Nopal SP Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026

Minggu, 8 Februari 2026 - 22:29 WIB

Anatomi Penjarahan di Negeri Seribu Bukit

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:07 WIB

Panic Buying dan Pengecer Ilegal Perparah Krisis BBM di Gayo Lues

Sabtu, 7 Februari 2026 - 10:51 WIB

(Alm) H. Atip Usman: Ketika Saman Tidak Sekadar Ditarikan, Tapi Dijaga

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:19 WIB

Bedah Buku Generasi Hijauku: Merawat Alam, Menjaga Identitas, Menumbuhkan Kesadaran

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:16 WIB

Bedah Buku Generasi Hijauku, Kaum Muda Gayo Diajak Menjaga Alam dan Budaya

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:27 WIB

Diduga Ada Tangki Siluman Antrian BBM Mengular di SPBU Raklunung

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:26 WIB

Turnamen Futsal Piala SMKN 2 Blangsere Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan dan Promosi Sekolah

Berita Terbaru