GAYO LUES, (4/1/2026) | Kunjungan sejumlah pejabat tinggi pemerintah pusat ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, beberapa waktu setelah bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut, dinilai memberi dampak positif dalam upaya pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur yang terdampak. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi bentuk empati terhadap masyarakat yang terdampak, tetapi juga memperkenalkan kondisi Gayo Lues yang selama ini belum banyak terekspos secara nasional.
Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Aceh, H. Irmawan menilai bahwa kedatangan para pejabat tinggi ke wilayah terdampak bencana merupakan momentum penting untuk meningkatkan perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi Gayo Lues. Ia menyebut bahwa selama ini daerah tersebut belum banyak dikenal luas, dan bencana banjir justru membuka mata banyak pihak bahwa wilayah ini sangat membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur yang terdampak parah akibat bencana.
Menurut Irmawan, kehadiran pejabat seperti Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Dirjen Bina Marga serta Dirjen Sumber Daya Air hingga kepala satuan kerja terkait, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak banjir bandang. Para pejabat ini telah menyaksikan langsung kondisi kerusakan di beberapa ruas jalan vital, yang menghubungkan Gayo Lues dengan wilayah lain. Ia menambahkan bahwa ketika pembuat kebijakan telah melihat langsung parahnya kondisi di lapangan, maka proses pengambilan keputusan maupun penyusunan program perbaikan akan lebih cepat dan sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu fokus perhatian saat ini adalah ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Cane dengan Belangkejeren, yang menjadi jalur utama masuknya logistik ke Gayo Lues. Jalur ini mengalami kerusakan parah akibat banjir, dan pemulihannya menjadi prioritas karena sangat vital bagi kelangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi barang di kabupaten tersebut. Irmawan menegaskan bahwa meskipun berbagai infrastruktur jalan di wilayah ini memiliki status yang berbeda—baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten—namun penanganannya tidak boleh dibedakan ketika bencana alam terjadi. Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah penanganan komprehensif untuk memastikan konektivitas dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
Sebagai wakil rakyat di Komisi V yang membidangi infrastruktur dan transportasi, Irmawan menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal dan mengingatkan pemerintah agar proses perbaikan infrastruktur pasca-bencana di Gayo Lues berjalan maksimal. Ia mengapresiasi langkah-langkah kementerian PUPR yang telah bergerak cepat, namun tetap mengingatkan bahwa skala kerusakan yang parah membutuhkan waktu dan dukungan anggaran yang memadai agar proses pemulihan tidak setengah-setengah.
Lebih lanjut, ia optimistis bahwa hasil dari kunjungan para pejabat tinggi ke lokasi bencana akan membawa tindak lanjut yang konkret dalam waktu dekat. Ia juga menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari legislatif untuk mempercepat realisasi program-program pemulihan, termasuk perbaikan jalan dan jembatan, serta normalisasi aliran sungai dan sistem irigasi yang rusak.
Irmawan berharap agar musibah ini menjadi pelajaran penting untuk membangun Gayo Lues menjadi wilayah yang lebih tangguh terhadap bencana. Ia menyerukan agar di masa depan, upaya mitigasi bencana dan pembangunan infrastruktur berbasis risiko diperkuat, sehingga kejadian serupa tidak kembali menyebabkan kerusakan yang besar.
Dalam kunjungan tersebut, para pejabat kementerian juga menyempatkan berdialog langsung dengan masyarakat terdampak, melihat sekolah, fasilitas umum, dan pemukiman warga yang rusak, serta mencatat kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Kehadiran langsung pejabat pusat telah menjembatani aspirasi masyarakat Gayo Lues untuk didengar lebih dekat oleh pemerintah, sekaligus membuka harapan bahwa pemulihan akan segera dilaksanakan secara menyeluruh dan berkelanjutan. (Abdiansyah)









































