Banda Aceh – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat (MKM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) berhasil meraih Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes). Capaian tersebut diumumkan pada 28 Maret 2026 dan tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Perkumpulan Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (Perkumpulan LAM-PTKes) Nomor 0166/LAM-PTKes/Akr/Mag/III/2026 tertanggal 28 Maret 2026.
Raihan akreditasi unggul ini merupakan hasil dari serangkaian tahapan penilaian yang dilalui Prodi MKM FK USK. Salah satunya adalah proses pendampingan daring (nurturing) selama dua bulan, mulai 3 November 2025 hingga 30 Desember 2025, yang dilakukan oleh asesor LAM-PTKes, yakni Prof. Dr. Dwi Sarwani Sri Rezeki, SKM, M.Kes (Epid) dari Universitas Jenderal Soedirman dan Dr. Kholis Ernawati, S.Si., M.Kes dari Universitas YARSI Jakarta.
Tahapan berikutnya adalah asesmen lapangan (visitasi) yang dilaksanakan pada 10–13 Maret 2026 oleh tim asesor LAM-PTKes yang terdiri atas Prof. Defriman Djafri, SKM, MKM, Ph.D dari Universitas Andalas dan Prof. Dr. dr. S.A. Nugraheni, M.Kes dari Universitas Diponegoro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, Sp.OT, M.Kes, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Akreditasi unggul ini merupakan buah dari sinergi dan komitmen bersama. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas lulusan agar tetap kompetitif dan unggul,” ujarnya.
Ia menambahkan, fakultas akan terus melakukan penguatan sistem penjaminan mutu internal, peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta melakukan pemantauan berkelanjutan.
“Fokus utama kami adalah menjaga konsistensi mutu, dokumentasi, dan inovasi agar tetap memenuhi kriteria unggul,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Prodi MKM FK USK, Dr. Said Usman, M.Kes, menyebut capaian ini menjadi momentum penting untuk terus mendorong inovasi keilmuan di bidang kesehatan masyarakat, sejalan dengan visi program studi, yakni “Menjadi Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat yang Unggul, Kompetitif, dan Entrepreneur dalam Bidang Promotif dan Preventif di Tingkat Nasional serta Berwawasan Global.”
“Ini bukan akhir, tetapi titik awal untuk terus bergerak menghadirkan pendidikan kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan derajat kesehatan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses akreditasi, khususnya Tim Borang Akreditasi, baik dari unsur dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Satuan Jaminan Mutu Fakultas (SJMF), Tim Penjaminan Mutu Akademik (TPMA), maupun para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam proses asesmen, Prodi MKM FK USK juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan eksternal, di antaranya perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, RSUD dr. Zainoel Abidin, Rumah Sakit Ibu dan Anak, Rumah Sakit Jiwa Aceh, Rumah Sakit Pendidikan USK, Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Aceh Besar, serta para alumni.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai semakin memperkuat relevansi program studi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dengan status Akreditasi Unggul, Prodi MKM FK USK diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan dan kajian ilmu kesehatan masyarakat, khususnya dalam bidang promotif dan preventif, serta terus berkontribusi nyata bagi masyarakat luas dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(*)









































