Fachrul Razi: Insya Allah Jika Banda Aceh Saya Pimpin, Tambahan Program Gampong Rakyat 1 Miliar per Gampong

ADMIN

- Redaksi

Rabu, 31 Juli 2024 - 20:38 WIB

50308 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Fachrul Razi (Kandidat Calon Walikota Banda Aceh)

baranewsaceh.co Banda Aceh – Ketua Komite I DPD RI yang juga Kandidat Calon Walikota Banda Aceh Fachrul Razi mengatakan jika Allah menjadikannya sebagai Pemimpin di Banda Aceh dan mendapat amanah oleh warga Banda Aceh maka ia akan memperjuangkan penambahan 1 Miliar setiap desa (gampong) dikota Banda Aceh.

“Insya Allah, jika Allah menjadikan saya pemimpin di Banda Aceh dan saya diberi kepercayaan oleh warga Banda Aceh menjadi Wali Rakyat maka dana desa yang sebelumnya sudah dialokasikan dari APBN, maka akan kita perjuangkan untuk Banda Aceh kita tambah per desa 1 miliyar,” ujar Fachrul Razi, Selasa (30/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian orasi politik Fachrul Razi saat menjadi Keynote Speaker di Acara Rakerda Kepala Desa Se Aceh dan orasi di depan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Prof. Dr. H. Paiman Raharjo, M.Si., M.M. yang juga Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo Jakarta.

Fachrul Razi meminta kepada seluruh Geuchik yang hadir dari seluruh Aceh untuk mendukung calon Kepala Daerah yang berpihak kepada Desa. “Lengserkan mereka yang tidak mendukung gampong,” teriak orasi Fachrul Razi sambil disambut tepuk tangan meriah dari seluruh geuchik yang hadir.

Menurut Fachrul Razi, ada pola pembangunan yang salah selama ini. Dalam orasinya dirinya mengatakan bahwa kemiskinan di gampong, stanting di Gampong, tapi dana pembangunan tidak mengalir di gampong. Menurutnya anggaran pembangunan habis di tingkat atas. “Jika Aceh dan Daerah mau maju, anggaran harus mengalir di gampong, dan Dana Otsus Aceh juga harus dialokasikan minimal 10 persen buat gampong,” tegasnya.

Di tempat terpisah, kepada media Fachrul Razi mengatakan bahwa dirinya memiliki komitmen untuk membangun Banda Aceh dari Gampong. “Anggaran Kota Banda Aceh dalam bentuk APBD harus berputar di gampong, jangan habis di atas atau di dinas, anggaran harus sebesar besarnya untuk rakyat,” tegas Ketua Komite I DPD RI yang berhasil memimpin lembaga DPD RI dua periode.

Menurutnya pemimpin kota Banda Aceh jika memiliki jaringan nasional dan internasional, maka dia akan mampu melobi anggaran untuk dibawa pulang ke Banda Aceh sementara dana Anggaran APBD Kota Banda Aceh dapat dinikmati sepenuhnya untuk rakyat di gampong dan rakyat miskin.

Fachrul Razi mengatakan ia juga menaruh perhatian serius dengan perkembangan dan program ekonomi namun harus berbasis di desa terutama UMKM, ekonomi kreatif dan koperasi di Kota Banda Aceh.

“Melalui adanya tambahan 1 Miliar Per gampong kita berharap ada aktivitas ekonomi bagi perempuan di gampong, para ibu Ibu majelis taklim, pemuda, bagi pelaku usaha rumah, UMKM dan para pedagang kecil diwilayah Banda Aceh,” ucapnya.

Fachrul Razi juga akan merancang desa untuk tumbuh bukan hanya konvensional tetapi mengembangkan unsur ekonomi kreatif melalui desa-desa yang potensi wisatanya menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya itu nantinya juga akan melibatkan anak-anak muda khususnya generasi milenial untuk menciptakan lapangan pekerjaan berbasis digital.

Lebih lanjut, dia optimistis aksi pengembangan ekonomi desa lewat beragam kegiatan ekonomi akan membuat pemasukan desa. Banda Aceh harus dibangun dari bawah, harus dari gampong bukan dari atas dan bersifat top down, tapi dari rakyat paling bawah di gampong.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh, Nama M. Taufik Muncul sebagai Calon Plt
Siswa SMAN Unggul Binaan Bener Meriah Diduga Dikeroyok Kakak Kelas, Korban Dirawat di Rumah Sakit
DPD RI Dorong Penyelesaian Polemik Bendera Aceh antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Dugaan Hilangnya Tengku Ilyas Tokoh dalam Orasi di Banda Aceh Memicu Sorotan Publik
Tiga Perkara Kericuhan Damai Aceh Mulai Ditangani Polda, Publik Tunggu Transparansi Penanganan
Ketimpangan Ekonomi dan Konflik Kewenangan Pemicu Gejolak di Aceh
Presiden Berhentikan M. Nasir dari Jabatan Sekda Aceh
Mantan GAM Denmark Al Mukaram Soroti 15 Persoalan Implementasi MoU Helsinki yang Belum Tuntas

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Presiden Prabowo Kumpulkan Jajaran di Palangka Raya, Fokus Penanganan Karhutla Kalimantan Tengah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Peralatan Tangani Karhutla di Kalimantan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Presiden Prabowo Dijadwalkan Kunjungi NTT untuk Tinjau Korban Gempa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:05 WIB

Dugaan Pengalihan Isu dalam Kasus Mantan Jampidsus Jadi Sorotan, Publik Desak Transparansi

Berita Terbaru