HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Excavator Hitachi Disita di Lokasi Dugaan Perambahan Kawasan SM Rawa Singkil Aceh Selatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 07:02 WIB

50194 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SELATAN — Satu unit excavator merek Hitachi berwarna oranye disita setelah ditemukan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil, Desa Teupin Tinggi, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, pada 15 September 2026. Penemuan alat berat ini terjadi di tengah upaya aparat dan otoritas konservasi yang tengah menertibkan kawasan konservasi dari praktik perusakan dan perambahan ilegal.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, memastikan excavator tersebut diamankan oleh tim gabungan BKSDA dan kepolisian. Menurut Ujang, alat berat itu ditemukan dalam kondisi rusak di lahan yang diduga tengah digarap di zona inti kawasan konservasi Rawa Singkil. Excavator tersebut kemudian dibawa ke Kompi 3 Batalyon C Pelopor Trumon pada 20 September 2026 untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Ujang menyatakan penyitaan dilakukan untuk menghentikan dugaan aktivitas perambahan yang berisiko mengancam kelestarian kawasan suaka margasatwa. Selain mengamankan alat berat, petugas di lokasi juga memasang plang dan spanduk larangan masuk di area yang telah dibuka dan diduga sudah ditanami kelapa sawit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain mengamankan barang bukti, tim juga melakukan pemasangan plang spanduk larangan memasuki kawasan Suaka Margasatwa di lokasi lahan yang dilakukan penggarapan. Ini sebagai bentuk tindakan tegas sekaligus imbauan agar tidak ada lagi aktivitas ilegal di kawasan lindung tersebut,” tutur Ujang.

Aktivitas penggarapan lahan di SM Rawa Singkil berulang kali menjadi sorotan karena berdampak pada kerusakan habitat satwa liar dan ekosistem rawa gambut yang dilindungi negara. Dugaan perambahan di Desa Teupin Tinggi, yang mulai terkuak sejak alat berat ditemukan, menjadi perhatian aparat karena lahan yang dibuka diduga cukup luas dan sudah ditanami sawit oleh pihak yang hingga kini belum diungkap identitasnya.

BKSDA Aceh menegaskan, penyelidikan akan terus dilakukan bersama kepolisian guna mengungkap dalang di balik praktik perusakan kawasan konservasi. Sementara itu, luas pasti lahan yang diduga dirambah masih dalam proses pendataan di lapangan. Hingga saat ini, belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut dan BKSDA belum menyampaikan keterangan lebih lanjut terkait hasil pendalaman yang dilakukan tim gabungan. Tim masih mengumpulkan data dan meminta keterangan lebih jauh dari sejumlah saksi di Desa Teupin Tinggi. (*)

Berita Terkait

Dua Pelajar Tewas dalam Tabrakan di Jalan Nasional Tapaktuan-Subulussalam
HAMAS Dukung Perjuangan Masyarakat Trumon, T. Ridwansyah Kecam Keras Tindakan BKSDA
Masyarakat Kecamatan Samadua Tegaskan Sikap Tolak Aktivitas Perusahaan Tambang, Desak Pemerintah Batalkan Rekomendasi dan Izin
Dr Nasrul Zaman Kritik Pemkab Aceh Selatan Fasilitasi Sosialisasi IUP di Samadua
Tambang Emas Ilegal Aceh Selatan Menggila, Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Bawah Bayang-Bayang Setoran
Perempuan di Aceh Selatan Alami Patah Kaki Akibat Diinjak Gajah Liar
Tanah Kelahiran Terancam Perusahaan Tambang, 4 Praktisi Hukum asal Samadua di Malang Surati Gubernur dan Bupati Aceh Selatan
Mahasiswa Trumon Tantang Desak DLH Aceh Selatan Transparan: Jika PT ATAK Terbukti Cemari Krueng Luas, Proses Hukum!

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB