Dua Anggota Separatis Papua Tewas Dalam Penyergapan Aparat Keamanan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 14 April 2024 - 20:43 WIB

50178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Separatis rilis video pilot yang disandera meminta aparat tak pakai pesawat dan bom saat buru pemberontak.

 

PAPUA | Kelompok separatis mengatakan Jumat (12/4) bahwa dua orang anggota mereka tewas dalam penyergapan yang dilakukan militer Indonesia di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

TNI juga berhasil menahan enam orang anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – sayap bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM)dalam operasi penyergapan tersebut, kata juru bicara TPNPB Sebby Sambom, yang menyebut dua anggotanya yang tewas adalah Afrika Heluka dan Toni Wetapo.

“Dua-duanya tewas dalam penyergapan yang dilakukan TNI. Hormat kepada para pahlawan yang gugur,” ujar Sambom kepada BenarNews.

Sambom mengatakan kronologi kejadian bermula saat Toni Wetapo mengunjungi keluarganya di Yahukimo pada Rabu (11/4). Namun di tengah jalan, TNI mengetahui pergerakan Toni dan istri sehingga melakukan penangkapan di rumah seorang warga.

Toni berhasil melarikan diri saat penangkapan dengan meninggalkan istri yang berada dalam penahanan TNI. Sambom mengklaim di bawah ancaman TNI, sang istri kemudian memberikan petunjuk kepada aparat mengenai lokasi pos TPNPB di hutan Yahukimo.

“Lalu TNI Polri mengepung keliling pos… Pasukan TPNPB OPM semua pada posisi dalam ketiduran, jumlah pasukan TPNPB OPM ada 10 orang,” ujar Sambom.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2024 yang bertugas menumpas kelompok separatis bersenjata Papua, Kombes Faizal Ramadhani mengatakan bahwa Afrika Heluka merupakan buron kasus penembakan Brigpol Usdar seorang anggota Polres Yahukimo pada 2022.

Ramadhani juga mengatakan bahwa Heluka terlibat dalam penembakan yang menyebabkan seorang personel Brimob gugur dan seorang lainnya mengalami luka berat pada 2022, serta penyerangan Dandim Yahukimo yang menyebabkan seorang anggota TNI gugur pada 2023.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Bayu Suseno menerangkan Toni Wetapo merupakan anggota aktif kelompok separatis Papua di Yahukimo pimpinan Yotam Bugiangge.

“Yang bersangkutan diduga terlibat pembantaian terhadap masyarakat pendulang emas di Kali I pada 16 Oktober 2023 dengan korban masyarakat sipil sebanyak 13 orang meninggal dunia,” ujarnya dalam keterangannya.

Bayu membenarkan pihaknya berhasil mengamankan enam orang lainnya yang merupakan anggota TPNPB.

“Untuk saat ini keenam orang tersebut telah diamankan di Posko Operasi Damai Cartenz wilayah Yahukimo untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Bayu menerangkan Satgas juga mengamankan sejumlah barang di lokasi termasuk lima buah parang.

“Tindakan Satgas Damai Cartenz ini memberikan pesan yang kuat kepada para pelaku kejahatan dalam hal ini KKB (kelompok kriminal bersenjata) bahwa tindakan mereka tidak akan ditoleransi dan akan dihadapi dengan tindakan hukum yang tegas,” ujar Bayu, merujuk kelompok separatis.

TPNPB rilis video pilot minta aparat tak pakai pesawat

Sementara itu, TPNPB pada Jumat juga merilis apa yang mereka sebut video terbaru pilot Selandia Baru, Philip Mehrtens, yang sudah mereka sandera sejak Februari 2023 lalu di Nduga.

Dalam video itu Mehertens dikelilingi para anggota TPNPB dan menuduh pasukan TNI dan Polri memakai pesawat pemburu dan bom besar.

“Orang-orang di sini minta tolong jangan pakai pesawat pemburu, jangan pakai bom. Jangan begitu. Tolong berhenti. Negara-negara di luar juga tolong bantu, tolong bicara dengan Indonesia. Jangan pakai bom besar. Tidak boleh begitu,” ujar Mehrtens dalam bahasa Indonesia.

BenarNews telah meminta konfirmasi kepada TNI dan Polri mengenai video ini, namun tidak segera mendapatkan balasan.

Sambom mengatakan TPNPB sudah menentukan wilayah perang sejak tahun 2017 yakni perang dari Jalan Trans Wamena, Nduga sampai Mumugu.

“Namun hari ini Indonesia melanggar itu dengan mengebom daerah-daerah penggungsi atau warga yang masih tinggal,” ujar Sambom.

“Indonesia setop menggunakan pemboman dengan helikopter, pesawat tanpa awak, kamera drone,” ujarnya.

Dia juga kembali mengulangi seruannya bahwa TPNPB tidak akan melepaskan pilot kecuali melalui negosiasi yang difasilitasi PBB, dan menuduh Indonesia dan Selandia Baru tidak mempunyai niat baik untuk bernegosiasi untuk menyelamatkan sandera.

“Maka pilot kami akan bawa keliling di medan perang sampai mati sama-sama dengan kami,” ujarnya.

Sambom enggan menjelaskan lebih jauh bagaimana kondisi pilot dan informasi terbaru soal negosiasi.

“Lihat di video karena semua ada,” jelas dia kepada BenarNews.

Papua, wilayah yang kaya sumber daya alam, secara kontroversial dimasukkan ke dalam Indonesia pada tahun 1969 setelah sebuah referendum Pernyatan Pendapat Rakyat (pepera) yang disponsori oleh PBB.

Pemberontakan separatis terus terjadi sejak saat itu. Indonesia telah menyebut TPNPB sebagai organisasi teroris dan mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di wilayah Papua.

Kelompok hak asasi manusia menuduh militer Indonesia melakukan pelanggaran di Papua, termasuk pembunuhan di luar proses hukum dan penindasan terhadap perbedaan pendapat. Jakarta membantah tuduhan tersebut.

Bulan lalu, militer Indonesia meminta maaf kepada warga Papua setelah sebuah video viral menunjukkan seorang laki-laki asli Papua disiksa oleh anggota TNI. Insiden ini memicu kemarahan luas dan seruan pertanggungjawaban pemerintah.

Para pejabat militer mengatakan mereka telah menahan 13 tentara sebagai tersangka pelaku kekerasan tersebut.

Arie Firdaus di Jakarta turut berkontribusi dalam laporan ini.

Benar News

Berita Terkait

Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 14–20 Januari 2026
Video Viral Dugaan Pungli di Palembang, Mobil Bantuan Bencana Dihentikan Oknum Diduga Petugas Transportasi
Protes Jemuran Celana Dalam di Kudus, Simbol Kritik Etika dan Tuntutan Pembenahan KONI
Mulak Sitohang Perbaiki Argumentasi Uji UU Pembentukan Aceh dan Sumatra Utara
Empat Pulau Jadi Sorotan, MK Gelar Sidang Perbaikan UU Pembentukan Aceh
Korban Bencana di Sumatra Capai 1.178 Jiwa, Aceh Jadi Wilayah Paling Terdampak
Penyaluran BBM Solar di Aceh Meningkat, Pertamina Patra Niaga Dukung Pemulihan Pascabencana
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 7–13 Januari 2026

Berita Terkait

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:43 WIB

Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh Catatkan Kinerja Positif Tahun 2025

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:44 WIB

Tidak Pernah Duduk Bersama Fakultas dan Ormawa USK, MWA Perwakilan Mahasiswa Dinilai Mengabaikan Aspirasi Mahasiswa dalam Pemilihan Rektor

Selasa, 13 Januari 2026 - 23:53 WIB

Prodi Akuntansi FE USM Gelar PKM Pendampingan Penyusunan Laporan BUMG Gampong Lampaseh Kota

Selasa, 13 Januari 2026 - 22:01 WIB

Ketua SAPA: Banjir dan Longsor Aceh Harus Jadi Momentum Pembenahan Tata Kelola Lingkungan, DPRA Didesak Bentuk Pansus Lingkungan

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:22 WIB

Menkeu RI Kunjungi Kanwil DJBC Aceh

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:03 WIB

Perpecahan Guncang IMAPPESBAR: Faji Amin Dinilai Tidak Kompeten, Muncul Gerakan Mosi Tidak Percaya terhadap PLT Agim Jipima

Minggu, 11 Januari 2026 - 20:27 WIB

Pemprov Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor untuk Ketiga Kalinya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:18 WIB

PIKABAS Bank Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Layanan Kesehatan Spesialis bagi Korban Banjir Aceh

Berita Terbaru

GAYO LUES

Gempa Bermagnitudo 2,7 Guncang Gayo Lues, Terasa hingga Langsa

Minggu, 18 Jan 2026 - 09:28 WIB