Debat Cawapres : Fokus Gimmick, Minus Subtansi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 24 Januari 2024 - 12:09 WIB

50474 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Syahril Ramazan (Agam Batat)
Mahasiswa Prodi Kesejahteraan Sosial Uin Ar-raniry Banda aceh.

Sejak pita yang telah digunting melambangkan pesta demokrasi per lima tahunan sekali bergulir, sang produser dalam pesta kali ini adalah Komisi Independen Pemilihan Umum (KPU) dan yang menjadi sosok wasit guna menjaga agar tidak terjadinya pelanggaran dan offside adalah BAWASLU(Badan Pengawas Pemilu).

Sejak itu pula berbagai rangkaian terlaksana sebagaimana scheddule yang sudah di desain oleh sang Produser, termasuk diantaranya Debat kandidat antara Capres-Cawapres ke- 4 pada minggu 21 januari 2024 lalu, yang menjadi ujung tombak dalam Debat kandidat tahap ke 4 kali ini adalah para kandidat cawapres dari ketiga pasang calon yakni Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud.MD, Wakil Ketua DPR-RI, Muhaimin Iskandar (Cak imin), serta Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka. Tema yang menjadi fokus dalam debat kali ini adalah Pembangunan yang berkelanjutan dan Lingkungan hidup, Sumber daya alam dan Energi, Pangan, Agraria, Masyarakat Adat, dan Desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam hemat saya, debat kandidat yang berlansung ini bertujuan bagi para peserta yang sedang berlomba untuk sampai pada titik kekuasaan menggelontarkan sekian banyak gagasan, ide, arah dan masa depan bangsa yang terkait dengan tema pokok debat tersebut, serta `Mempertetangkan` argumentasi logis yang bersifat Akademik dan rasionalitas, demi menarik simpati dan dukungan masyarakat sebagai komsumsi politik para elit yang sedang memperebutkan kursi empuk kekuasaan. Namun, hal kontradiktif yang terjadi adalah momentum tersebut dimaanfaatkan sebagai `Perang Gimmic` antara masing-masing kandidat, sehingga abai terkait fokus pembahasan.

Penulis berpendapat demikian dikarenakan berbagai alasan, salah satunya Gimmic “ Search to answering“ (mencari jawaban) yang dilakukan oleh salah satu kandidat, sehingga menjadi daya tarik dan memancing situasi agar tak lagi berfokus pada subtansial permasalahan.

Hal yang terjadi adalah selanjutnya adalah “ War of gimmick“, kemudian juga pada tindakan salah satu calon mempermasalahkan tumbler minuman, bisikan para timses, termasuk gimmic catatan Mahkamah konstitusi.

yang berdampak pada daya tarik masyarakat bukan lagi terhadap gagasan para calon, tapi masyarakat berfokus pada `Opera` yang terjadi.

Seharusnya dan selayaknya masih banyak fokus debat yang harus tersampaikan, penulis dalam hal ini mencoba berpendapat beberapa hal yang harus di fokuskan bukan hanya secara foundamantal.

Seperti halnya pada persoalan lingkungan hidup, memaknai deforestasi bukan hanya tentang penanganan nya , tapi juga tindakan-tindakan efektif pencegahan deforestasi yang abai dalam pembahasan, kemudian tentang sumber daya alam, tak ada yang berkomitmen pada regulasi hukum dan pelaksaanaan ketetapan hukum yang terkait dengan pemanfaatan Sumber daya alam, yang selama memiliki permasalahan dan ironisnya lagi hal tersebut di akui oleh salah satu kandidat cawapres akan tetapi tetap abai terhadap komitmen dan mekanisme pelaksanaan hukum.

Selanjutnya terkait agraria, tak ada yang menawarkan atau berfokus pada pembahasan bahwasanya lahan HGU (Hak Guna Usaha) itu mendapatkan akses mudah oleh semua khalayak masyarakat, bukan hanya segelintir pihak `Borjouis` yang bisa mengakses HGU tersebut.

Kemudian tetang Desa, tak ada yang menawarkan konsep kemandirian Desa yang menjunjung tinggi konsep minim intervensi pemerintahaan pusat, sehingga desa tersebut terbangun dengan kearifan, sosial, dan khzanah tiap-tiap desa, tanpa anda bayang-bayang intervensi dari pusat.

Namun, hal ini semua abai dari pokok pembahasan debat yang terjadi pada 21 januari yang lalu, semua kontestan berdiri tegak lalu seakan-akan menampakkan diri bahwasanya dia gagah dalam beretorika, padahal pada kenyataaanya banyak subtansial permasalahan yang abai terbahas akibat Perang gimmic, tanpa disadari bangsa ini butuh gagasan Bukan Pemain Sinetron.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Brimob Batalyon C Pelopor Bekali 230 Santri dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Cinta Tanah Air
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian
BSI, OJK, dan FKIJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah ASN Nagan Raya Lewat Program GENCARKAN
Hari Anak Nasional 2026, Salman Ajak Semua Pihak Hadirkan Madrasah Aman dan Ramah Anak
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Ucapkan Selamat atas Pelantikan Dr. Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Satlantas Polres Nagan Raya Gencarkan Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Sopir Angkutan Barang dan Pengangkut TBS Sawit

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru