Aceh Tenggara, – Baranews. Kedatangan Bapak Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, ke Aceh Tenggara menjadi sebuah kehormatan besar bagi masyarakat kabupaten ini. Sepanjang sejarah berdirinya Aceh Tenggara, belum pernah ada presiden yang datang berkunjung secara langsung, sehingga momentum ini tercatat sebagai sejarah penting bagi daerah.senin(1/12/2025).
Ini menjadi momen berharga bagi Kabupaten Aceh Tenggara. Walaupun hanya sekitar dua jam, kehadiran Presiden Prabowo di Bumi Sepakat Segenep pada masa duka ini menjadi penyemangat tersendiri. Terlebih lagi, H. Muhammad Salim Fakhri yang kini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Aceh, turut membawa kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh Tenggara.
Adapun agenda Presiden Prabowo setelah turun dari helikopter:
1.Mengunjungi Jembatan Pantai Dona yang menjadi akses penting masyarakat antar kecamatan, jalur anak sekolah, serta urat nadi bagi aktivitas pertanian.
2.Kunjungan kepada para pengungsi bencana di Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam.
Setelah meninjau langsung kondisi Jembatan Pantai Dona, Presiden kemudian bergerak menuju kamp pengungsian di Desa Bambel Baru, Kecamatan Bukit Tusam.
Dalam agenda tersebut, saat bertemu masyarakat, Bupati membuka acara dengan ungkapan rasa syukur dan kebanggaan. Menurutnya, kehadiran orang nomor satu di Indonesia di tengah masyarakat Aceh Tenggara bagaikan obat bagi hati rakyat yang tengah ditimpa musibah. Kehadiran Presiden beserta jajaran kabinet dinilai membawa harapan besar bagi perbaikan Aceh Tenggara ke depannya.
Masyarakat menyambut hangat sosok Presiden yang dinilai tidak ada duanya karena begitu dekat dan ramah. Dalam sambutan, bahkan terdengar harapan masyarakat agar seandainya mungkin, beliau bisa menjadi presiden seumur hidup.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyapa Bupati H. Muhammad Salim Fakhri serta Camat Bukit Tusam, Sukri, SE. Beliau menceritakan bahwa sebelum tiba di Aceh Tenggara, dirinya terlebih dahulu mengunjungi Tapanuli Tengah untuk menyampaikan belasungkawa. Presiden juga menyampaikan doa agar cuaca segera membaik. Dalam kunjungan ini, Presiden turut didampingi Menteri Sosial, jajaran kabinet Merah Putih, Menteri Pekerjaan Umum, dan lainnya.
Presiden menegaskan bahwa jembatan-jembatan di Aceh Tenggara akan segera diperbaiki. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya ia sudah menganggarkan pembangunan berbagai fasilitas, sarana, dan prasarana hingga tingkat desa. Beliau menekankan pentingnya efisiensi anggaran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan rasa syukur atas hadirnya dapur BGN di Kutacane. Ia menyebutkan bahwa sebentar lagi koperasi-koperasi dengan barang subsidi langsung dari negara akan dibuka agar rakyat memperoleh manfaat tanpa perantara. Selain itu, perbaikan sekolah-sekolah juga akan dilakukan. Presiden mengapresiasi masyarakat yang tetap tersenyum meskipun sedang mengalami musibah.
Presiden juga mengenang seorang ajudannya yang berasal dari daerah tersebut, yaitu Sastra Win Ara, yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD di Bogor. Cerita itu disambut akrab oleh warga yang mengenal keluarga ajudan tersebut dan adik nya Sastra win Ara yaitu Khairul Abdi menyapa pak persiden.
Sebagai penutup, Presiden menerima laporan dari Bupati mengenai kondisi masyarakat. Bupati mengungkapkan bahwa Presiden terus berjuang untuk rakyat Aceh Tenggara. Presiden pun menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebelum berpamitan melanjutkan perjalanan ke Sumatra Barat.
Salah satu warga, Amri, menyampaikan rasa haru karena dapat berbicara langsung dengan Presiden. Ia menjelaskan penderitaan masyarakat Bambel Baru yang setiap tahun dilanda banjir. Ia memohon agar Kali Alas dapat dibendung karena lahan jagung mereka tidak lagi dapat dipakai akibat banjir berulang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati yang selalu menurunkan alat berat setiap banjir terjadi.
Menanggapi permintaan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa tim akan diturunkan untuk meninjau lokasi. Bupati menegaskan kepada masyarakat untuk percaya karena kehadiran Presiden sendiri sudah menjadi bukti perhatian pemerintah pusat. Masyarakat pun menyambut dengan tepuk tangan meriah, mengakui bahwa belum pernah ada presiden datang langsung ke Kutacane sebelumnya.
(Zul)








































