Cerita “Dari Tagore ke Tagore”: Awal Berpemulon, Akhir Bepemungen

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 11 Juli 2025 - 17:37 WIB

501,259 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH — Perjalanan panjang para tenaga honorer di Kabupaten Bener Meriah akhirnya berbuah manis. Setelah belasan tahun mengabdi, sebanyak 1.484 pegawai akhirnya resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abu Bakar, pada Jumat (11/7/2025) di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Bener Meriah.

Mereka adalah sosok-sosok yang mengawali pengabdian di masa kepemimpinan Tagore Abu Bakar periode 2007–2012. Kini, lebih dari satu dekade kemudian, pengangkatan sebagai PPPK kembali diteken oleh sosok yang sama. “Dari Tagore ke Tagore”, begitu ungkapan yang banyak dilontarkan para pegawai hari itu—mencerminkan filosofi lokal “Awal Berpemulon, Akhir Bepemungen”, yang berarti awal dan akhir perjuangan yang dipayungi oleh pemimpin yang sama.

“Ini bukan hanya pelantikan, tetapi bentuk pengakuan atas pengabdian panjang mereka. Kami berharap para PPPK dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjunjung tinggi disiplin serta integritas,” kata Tagore dalam sambutannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suasana pelantikan berlangsung khidmat. Sejumlah keluarga turut hadir mendampingi, meneteskan air mata haru melihat anggota keluarganya resmi menyandang status sebagai ASN.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plt Sekretaris Daerah Armansyah, SE, Asisten I Khairmansyah, serta para kepala dinas, camat, dan tokoh masyarakat. Bagi banyak orang, ini menjadi momen yang menandai perubahan nyata dalam perjalanan hidup para honorer—sebuah titik balik dari pengabdian panjang yang kini diakui secara resmi oleh negara.

Sebagian besar dari mereka telah bekerja sejak awal tahun 2000-an, di sekolah, puskesmas, hingga kantor-kantor pemerintahan di pedalaman. Meski diwarnai keterbatasan fasilitas dan ketidakpastian status, mereka tetap setia mengabdi.

Kini, dalam seremoni yang membawa mereka dari status “tenaga bhakti” menjadi pegawai yang sah, wajah-wajah penuh haru menyatu dalam satu pesan: perjuangan panjang memang melelahkan, tetapi tak pernah sia-sia. (DAN)

Berita Terkait

GBNN Aceh Tenggara: “Dari Tangisan Luka Menjadi Senyuman dan Harapan Penuh
Aktivis Muda Gayo Soroti Proyek Trotoar Berbahaya : Pekerjaan Keramik Tanpa Rambu Peringatan, Berpotensi Sebabkan Kecelakaan
Konflik Berkepanjangan di Desa Karang Ampar, Aceh Tengah: Luka yang Belum Sembuh
Kasus PMI Asal Aceh Tengah Korban TPPO Bertambah, Yusradi Desak Pemkab Bentuk Layanan Pengaduan
Bea Cukai Lhokseumawe dan Satpol PP Aceh Tengah Bersinergi Gempur Rokok Ilegal di Takengon
Empat Tersangka Pembiayaan Fiktif di Aceh Tengah Ditahan, Negara Rugi Rp34,8 Miliar
Bupati Lantik Dua Direktur BUMD Samsuddin Pimpin PD. Pembangunan Tanoh Gayo, Edi Syahputra Linge Beri Dukungan Penuh
Sosok Muda dan berpengalaman, Iman Ahmadi Siap Pimpin Kampung Keramat Mupakat, Bebesen

Berita Terkait

Jumat, 28 Februari 2025 - 23:44 WIB

Pemkab Gayo Lues Gelar Rapat Persiapan Safari Ramadhan 1446 H

Jumat, 14 Februari 2025 - 16:32 WIB

Inilah 4 Alasan Produk Buttonscarves Tetap Laris Meski Mahal

Berita Terbaru