slot preparation.lsrs.lu

Calon Kepala BIN Harus Mampu Menjawab Tantangan yang Multi Dimensional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 5 Mei 2024 - 02:15 WIB

50230 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini oleh : Sri Rajasa Chandra M.BA

Riuhnya tarik menarik soal susunan Kabinet Presiden Prabowo, mengingat koalisi gemuk pasangan Presiden/Wapres Prabowo/Gibran, termasuk hadirnya pendatang baru paska keputusan MK, tidak tertutup kemungkinan akan dipengaruhi oleh politik transaksional maupun politik balas budi. Fenomena politik transaksional dalam kehidupan politik di negeri ini yang kental dengan budaya “euweh pakeweuh”, kerapkali mengabaikan nilai profesionalisme dalam menempatkan seseorang pada susunan kabinet, sehingga pada gilirannya akan menjadi beban Presiden dalam mengemban tugas-tugas konstitusional.

Dihadapkan pada fenomena politik transaksional, tentunya hal tersebut tidak lagi berlaku bagi penunjukan calon Kepala Badan Intelijen Negara. Presiden harus lebih selektif dalam hal ini, mengingat Badan Intelijen Negara sebagaimana diamanatkan oleh Undang undang Nomor 17 Tahun 2011 adalah koordinator penyelenggaraan intelijen negara, dengan tugas pokok dan fungsi utamanya mengawal dan menjaga kepentingan maupun keamanan nasional dari setiap potensi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang semakin kompleks, modern dan terstruktur, dalam rangka tetap utuhnya kedaulatan negara dan marwah hak-hak asasi negara. Disamping itu Badan Intelijen Negara yang akrab dengan stigma “mata dan telinga negara”, dituntut untuk memainkan peran lebih dari sekedar mata dan telinga negara, tetapi juga menjadi penjuru dalam menentukan arah haluan pembangunan nasional, sehingga tidak terjadi deviasi terhadap pencapaian tujuan nasional.

Guna membangun Badan Intelijen Negara yang berkualitas, berdedikasi dan memiliki integritas, tentunya harus dinakhodai oleh sosok pemimpin dengan standar kriteria yang tinggi dan kedalaman ilmu yang terukur untuk mengelola ranah kegiatan dalam diam. Oleh sebab itu, sesuai dengan kata intelijen yang bermakna kecerdasan, maka tuntutan kriteria “smart” dalam sosok pimpinan Badan Intelijen Negara, harus meliputi Intelligence Quotient, Intellectual Intelligence, Emotional Intelligence.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menghadapi derasnya laju perkembangan global yang semakin sulit diprediksi, dengan potensi ancaman terjadinya konflik berdimensi “perang semesta”, Badan Intelijen Negara dituntut mampu memainkan peran “Intelijen Diplomasi” di fora internasional, dalam rangka memposisikan Indonesia tidak melulu sebagai objek kekuatan besar dunia, tapi mampu memberi sumbangsih problem solving bagi terwujudnya tata dunia berbasis kesetaraan dalam pergaulan antar bangsa.

Mencermati tugas dan fungsi Badan Intelijen Negara yang memiliki posisi sentral dalam kelangsungan kehidupan berbangsa bernegara, sudah barang tentu menjadi tanggung jawab Presiden untuk memilih calon Kepala Badan Intelijen Negara, dengan pertimbangan cermat dan terukur, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis, apalagi oleh kepentingan individu semata.

Kepala Badan Intelijen Negara harus memiliki komitmen “bekerja dalam diam, tanpa berharap puji dan balas budi, setia dan tepati janji pada Ibu Pertiwi, demi kehormatan negeri”.

Penulis adalah Pemerhati Intelijen

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 15:45 WIB

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Jimly Sebut Listyo Sigit Resisten Reformasi Polri, Kasus Sadap Jadi Momentum Berbenah

Jumat, 6 November 2026 - 14:05 WIB

Kepala BIN Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah Makar, Empat Jenderal Polri Jadi Tersangka

Jumat, 6 November 2026 - 13:31 WIB

Skandal Penyadapan 6.000 Nomor Seret Eks Kapolri, Nama Jokowi dan Lingkarannya Justru Absen dari Daftar

Jumat, 6 November 2026 - 02:41 WIB

Jokowi Keberatan Ijazah UGM Diuji Labfor Ulang di Sidang Roy Suryo

Jumat, 6 November 2026 - 02:37 WIB

dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik Terkait Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Jumat, 6 November 2026 - 02:33 WIB

Jokowi Tegaskan Tak Pernah Rekonstruksi Wajah Sejak 1985 di Sidang Kasus Fitnah Ijazah

Berita Terbaru

NASIONAL

Polemik Ijazah Gibran dan Wacana Pemakzulan di Parlemen

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:45 WIB