Bupati Pati Sudewo Tolak Mundur, Demo 50 Ribu Warga Ricuh hingga Mobil Dibakar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:47 WIB

50497 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pati – Gelombang massa yang menuntut Bupati Pati Sudewo mundur dari jabatannya memuncak menjadi kericuhan besar, Rabu (13/8/2025). Aksi yang sejak pagi berlangsung di alun-alun Pati ini berakhir dengan perusakan fasilitas umum, pembakaran mobil, dan bentrok antara pengunjuk rasa dengan aparat keamanan.

Sudewo, yang baru dilantik pada 18 Juli 2025, menegaskan menolak memenuhi tuntutan pengunduran diri. “Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan seperti itu. Semua ada mekanisme,” ujarnya di kantornya di sela-sela aksi. Saat ditanya kembali apakah tuntutan massa bisa dipenuhi, ia menjawab singkat, “Kan sudah saya sampaikan tadi.”

Sejak pukul 08.00 WIB, puluhan ribu orang dari Pati dan daerah sekitar memadati area alun-alun, membawa poster dan spanduk bertuliskan desakan agar bupati mundur. Mereka memprotes kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan yang mencapai 250 persen, meski belakangan dibatalkan. Kebijakan itu ditambah pernyataan Sudewo yang menantang warga untuk menggelar demo besar, dinilai memicu kemarahan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga pukul 11.00 WIB, Sudewo belum menemui massa. Situasi mulai panas ketika sejumlah orang melempar botol air mineral dan gelas plastik ke arah aparat. Baliho dirobek, kaca kantor bupati pecah, dan massa mencoba merobohkan gerbang pendapa. Kericuhan mencapai puncaknya ketika mobil provos milik Polres Grobogan dibakar dan dibalik di tengah jalan.

Polisi membalas dengan tembakan gas air mata dan penyemprotan water cannon, memecah konsentrasi massa yang kemudian terpencar. Sebagian berlarian menyelamatkan diri ke Masjid Agung Baitunnur, sementara lainnya bertahan di sekitar pendapa.

Sekitar pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya keluar menemui massa dengan pengawalan ketat mobil rantis. Ia sempat menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan memperbaiki kebijakan, tetapi situasi tak kondusif memaksanya kembali masuk ke kantor. Saat berjalan menuju kendaraan, ia dilempari air minum kemasan dan sandal oleh pengunjuk rasa.

Aksi ini juga diwarnai perusakan bangunan milik Pemkab Pati di kompleks Pendopo Kabupaten di Jalan Tombronegoro. Kaca jendela bangunan pecah akibat lemparan benda keras. Sementara di Jalan Dokter Wahidin, sebuah mobil hangus terbakar dalam kondisi terbalik. Warga menduga mobil itu milik aparat yang sebelumnya berada di tengah kerumunan.

Meski sempat beredar kabar adanya korban jiwa, pihak berwenang belum memberikan konfirmasi resmi. Polisi masih melakukan penyelidikan terkait pelaku perusakan, pembakaran, serta provokator dalam aksi tersebut.

Menjelang sore, aparat mulai menertibkan area dan menghalau massa dari pusat kota. Meski situasi relatif kondusif, ketegangan politik di Pati masih terasa kuat. Potensi aksi lanjutan tidak tertutup, mengingat sebagian besar massa menyatakan akan terus turun ke jalan hingga Sudewo lengser. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru