GAYO LUES | Hampir satu bulan pascabencana alam yang melanda Kabupaten Gayo Lues, sejumlah wilayah di daerah itu masih terisolasi. Salah satu yang paling terdampak adalah Kecamatan Pining, yang selama ini sulit dijangkau akibat akses jalan yang tertutup lumpur, putusnya jembatan, serta kondisi medan yang ekstrem. Dalam upaya membuka keterisolasian tersebut, Bupati Gayo Lues bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan perjalanan darat menembus jalur berat menuju Kecamatan Pining, Selasa, 23 Desember 2025.
Perjalanan yang memakan waktu tiga hari ini dilalui dengan penuh perjuangan. Bupati Gayo Lues, Suhaidi, didampingi Wakil Bupati Maliki, Kapolres Gayo Lues, Asisten II, sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta personel gabungan TNI-Polri dan tim teknis lainnya, akhirnya berhasil menjangkau beberapa desa terdampak di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Desa Pertik, tempat pertama yang disambangi rombongan setelah berhasil menembus jalur darat yang tertutup lumpur setinggi lutut dan tebing rawan longsor.
Rombongan bertaruh nyawa demi menemui langsung warga yang selama ini terputus kontak dan dukungan logistik. Tidak hanya medan berlumpur, cuaca buruk dan derasnya arus sungai di titik-titik tertentu menambah tantangan dalam perjalanan mereka. Namun dengan tekad dan semangat untuk hadir di tengah masyarakat, seluruh hambatan tersebut berhasil dilalui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami harus sampai ke Pining, banyak warga kami yang butuh kehadiran kami. Mereka tidak boleh merasa sendiri,” ujar Bupati Suhaidi usai tiba di lokasi.
Kehadiran rombongan disambut haru oleh warga Desa Pertik. Sejumlah warga menyampaikan rasa terima kasih dan kelegaan atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Gayo Lues yang tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Mereka menilai kunjungan ini membawa semangat baru bagi warga yang selama ini merasa terputus dari pusat bantuan dan informasi.
“Terima kasih, kami tidak dibiarkan begitu saja oleh pemerintahan,” ujar salah seorang warga menyambut rombongan Bupati.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata atas komitmen pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana. Selain memberikan dukungan moral, kehadiran langsung kepala daerah juga menjadi bagian dari langkah tanggap darurat yang lebih terkoordinasi. Pemerintah daerah merencanakan pendirian posko bantuan di wilayah tersebut untuk mempercepat distribusi logistik kepada masyarakat yang masih terdampak.
Rombongan juga melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi infrastruktur yang rusak serta mendata kebutuhan mendesak warga. Dalam waktu dekat, diharapkan distribusi bantuan dapat lebih terarah dan merata, serta upaya perbaikan akses transportasi terus ditingkatkan agar membuka isolasi di desa-desa terdalam di Kecamatan Pining.
Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa kehadiran pemerintah bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga dalam komitmen untuk bergerak bersama, meski harus menempuh jalan yang sulit demi memastikan seluruh warga, di pelosok sekalipun, tetap terlindungi dan diperhatikan. (ABDIANSYAH)






































