Bupati Aceh Tenggara Bertemu Para Pendeta: Perkuat Toleransi dan Komitmen Bangun Daerah

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 17:31 WIB

50500 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sinergi lintas agama dan keberagaman dengan menggelar pertemuan antara Bupati Aceh Tenggara, H. Salim Fakhry, S.E., M.M., bersama para pendeta dari berbagai denominasi gereja yang ada di wilayah tersebut. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini menjadi forum silaturahmi sekaligus diskusi berbagai program strategis pembangunan daerah yang juga menyentuh kebutuhan komunitas Kristiani.

Pertemuan ini dihadiri oleh pendeta-pendeta dari berbagai denominasi gereja, antara lain dari HKBP, HKI, GKPI, Gereja Pentakosta, Karismatik, Metodis, hingga GBKP. Hadir pula Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, S.T.; Kepala Dinas Syariat Islam; Kementerian Agama; Kepala Badan Kesbangpol, Ahmad Yani; para asisten, anggota DPRK Komisi B Arnold Napitupulu, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam sambutannya, Bupati Salim Fakhry mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh pendeta yang telah menyempatkan diri untuk bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesetaraan, di mana tidak ada pembedaan suku atau agama dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara mengucapkan terima kasih kepada undangan kami, sehingga kita pagi hari ini bisa bersilaturahmi dengan bapak-bapak pendeta. Kami tidak pernah membeda-bedakan satu agama dengan yang lain, karena yang kami kedepankan dalam membangun Aceh Tenggara adalah konsep kebersamaan. Inilah kekuatan kita bersama,” ujar Bupati.

Berbagai program pemerintah, mulai dari sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, hingga kegiatan keagamaan tak luput dari pembahasan dalam pertemuan tersebut. Bupati juga menyampaikan dukungan terhadap kegiatan gereja dan hari-hari besar keagamaan umat Kristiani di Aceh Tenggara. Ia menekankan pentingnya peran pemuka agama dalam menyebarkan pesan moral dan menjaga ketenteraman masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan harapannya agar para pendeta dapat turut mendukung kampanye melawan narkoba dan kejahatan lainnya yang kini menjadi perhatian serius di daerah. “Saya berharap para pendeta juga ikut menyampaikan pesan-pesan anti-narkoba di tengah jemaat. Apa yang disampaikan oleh pemuka agama, tentunya akan lebih didengar dan dihayati oleh umat,” ucapnya.

Silaturahmi ini disambut antusias oleh para pemimpin gereja yang hadir. Salah satunya, Pendeta HKBP, Pdt. Bikwai Simanjuntak, M.Th, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penuh program-program pemerintah. Ia juga menyampaikan bahwa komunitas gereja di Aceh Tenggara siap bekerja sama demi kemajuan daerah. “Kami mendukung sepenuhnya program pembangunan Aceh Tenggara. Kami siap menerima arahan dari pemerintah, dan turut berdoa agar bapak bupati senantiasa diberi kesehatan dalam memimpin kabupaten ini,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, Arnold Napitupulu, S.H., anggota DPRK Aceh Tenggara, menyampaikan apresiasi terhadap sinergi yang telah terbina antara pemerintah daerah dan komunitas gereja. Ia mengharapkan forum semacam ini menjadi ruang strategis dalam membangun kebersamaan dan memperkuat kerukunan antar umat beragama. “Kami merasa bahagia bisa berkumpul bersama hari ini. Momen ini menjadi refleksi bahwa kelembagaan agama punya kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan. Terima kasih kepada para pendeta yang hadir, dan juga kepada bapak bupati yang terus menunjukkan komitmen untuk Aceh Tenggara yang metuah dan toleran,” katanya.

Dari pantauan di lapangan, sejumlah tokoh agama turut serta dalam kegiatan tersebut, antara lain Pdt. Yabes Siburian, S.PdK, yang juga Ketua PGPI-P Aceh Tenggara dan anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta Pdt. E. Sitorus dari GSJA, Pdt. Lemyung Simamora, S.Th dari GTDI, dan Pdt. Banjarnahor dari HKBP Lawe Sigalagala.

Pertemuan lintas agama yang difasilitasi pemerintah daerah ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat bangunan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Aceh Tenggara. Pemerintah setempat berharap, jalinan silaturahmi yang terjalin secara intensif antara unsur pemerintah dan tokoh agama dapat terus menjadi pilar utama dalam menjaga kedamaian dan mendorong kemajuan daerah yang inklusif bagi seluruh warganya. (RED)

Berita Terkait

Pemkab Aceh Tenggara Cairkan Gaji ke-13 ASN Rp25,24 Miliar Jelang HUT ke-52 Aceh Tenggara
Laboratorium Komputer SD Muara Situlen Agara Beralih Fungsi jadi Gudang Proyek Revitalisasi
Oknum Kepala SMA Negeri 1 Badar Agara Diduga Korupsi Dana Bos dan Pungli Persiswa Ratusan Ribu.
Polda Aceh Ajak Masyarakat Meriahkan Bank Aceh Bhayangkara Run 2026
Tingkatkan Kompetensi Medis dan Hukum, UPTD Bapelkas Aceh bersama IDI Aceh Tenggara Gelar Workshop Visum et Repertum dan Medikolegal Gratis
Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran Sabu di Bambel, Seorang Pengedar Diamankan
PJ Pengulu Kute Buluh Bongkar Dugaan Sogokan Rp3 Juta untuk Menyerangnya, Tantang Pelapor Buka Fakta di Hadapan Publik
Kepsek dapat Revitalisasi Bantuan Bencana pilih Bungkam dan Libatkan oknum keluarga di Agara

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:05 WIB

Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues

Sabtu, 6 Juni 2026 - 02:21 WIB

PT Hopson Diduga Beroperasi Ilegal Setiap Malam, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:46 WIB

Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:45 WIB

Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:24 WIB

Tim URC Satreskrim Polres Gayo Lues Berhasil Amankan Mobil L300 Hasil Curanmor di Aceh Tenggara

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:07 WIB

KPH Wilayah VIII Perkuat Pengamanan Hasil Hutan dan Tata Niaga Getah Pinus

Rabu, 3 Juni 2026 - 01:39 WIB

Plang Larangan Cuma Pajangan: Negara Mandul, Produksi PT Hopson Jalan Terus di Gayo Lues

Senin, 1 Juni 2026 - 23:19 WIB

Negara Tak Berdaya, PT Hopson Aceh Industri Berani “Menampar” Hukum di Gayo Lues

Berita Terbaru