ACEH TENGGARA — Upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat di tengah masyarakat terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara. Salah satu bentuknya adalah kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar rutin setiap Minggu pagi di Lapangan Pemuda, Kutacane. Namun, akhir pekan ini ada yang berbeda. Pada Minggu, 2 November 2025, Bupati Aceh Tenggara memberikan door prize khusus kepada peserta yang mengikuti senam dengan mengenakan pakaian daster.
Tidak hanya menjadi kejutan bagi peserta, pemberian hadiah kepada peserta berpakaian daster ini juga menjadi warna tersendiri dalam kegiatan yang selama ini dikenal sebagai aktivitas olahraga rutin masyarakat. Bupati bahkan menyarankan agar penggunaan pakaian daster dalam senam dijadikan perlombaan untuk lebih memeriahkan suasana.
“Inilah bentuk kebersamaan yang menyenangkan, sambil berolahraga, kita juga bisa berinovasi agar semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut berpartisipasi,” ujar Bupati di hadapan para peserta.
Menurut panitia, ide untuk mengenakan daster dan menjadikannya bagian dari kriteria penilaian berasal dari keinginan menjadikan kegiatan senam jantung sehat sebagai ajang interaksi sosial yang inklusif dan menyenangkan. Pakaian daster yang selama ini identik dengan busana rumah tangga, kini diangkat menjadi simbol kenyamanan dan kesetaraan dalam berolahraga.
Kriteria penilaian untuk memperoleh door prize tidak semata bergantung pada pakaian, melainkan juga pada konsistensi dan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan senam setiap minggunya. Bupati memberikan apresiasi kepada warga yang hadir dengan antusias tinggi dan mengikuti gerakan senam dengan sungguh-sungguh.
Selain senam jantung sehat, kegiatan di Lapangan Pemuda hari itu juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, pelatihan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), serta latihan pencak silat dan karate yang melibatkan kalangan pelajar dan pemuda.
Ibu Wakil Bupati Aceh Tenggara, Hj. dr. Irawati, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan bahwa senam jantung sehat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, tak hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga untuk mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat. Selain menjaga kebugaran tubuh, masyarakat juga mendapat edukasi kesehatan dan ruang interaksi yang positif,” katanya.
Kegiatan senam jantung sehat di Aceh Tenggara telah menjadi agenda tetap yang didorong oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari gerakan hidup sehat. Melalui inovasi-inovasi kecil seperti ini, diharapkan partisipasi masyarakat semakin tinggi dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan menjadi bagian dari budaya lokal.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara juga berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan publik yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh langsung aspek kesejahteraan warga, termasuk melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan seperti senam daster kali ini. (ZUL)








































