Beras Premium Langka, Kepala Bapanas Sebut Produsen Sedang Sesuaikan Standar Label

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025 - 18:57 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, buka suara terkait kelangkaan beras premium di sejumlah gerai ritel modern. Ia menjelaskan kondisi ini terjadi karena para pelaku usaha penggilingan sedang menyesuaikan produksi beras agar sesuai dengan standar komposisi yang tercantum pada label.

“Beras premium harus memenuhi beberapa kriteria, seperti kadar pecah maksimal 15%, kadar air 14%, derajat sosoh minimal 95%, dan harga jual Rp14.900 per kilogram. Setelah produsen memenuhi standar ini, suplai ke pasar modern maupun tradisional akan kembali normal,” kata Arief, Selasa (2/9/2025).

Kelangkaan ini muncul menyusul terungkapnya kasus pengoplosan beras medium menjadi beras premium beberapa waktu lalu. Arief menekankan, praktik oplosan menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah dan produsen, agar ke depan kualitas beras selalu sesuai label kemasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf, mengakui adanya penurunan stok beras di ritel modern. Menurut Helfi, hal ini disebabkan produsen khawatir terseret masalah hukum pasca terungkapnya praktik pengoplosan.

“Produsen tidak perlu khawatir selama memproduksi beras sesuai standar label. Jika belum, opsi penjualan beras secara curah tetap terbuka dengan tetap mengikuti aturan,” ujar Helfi.

Helfi menambahkan, proses pengisian ulang stok di ritel modern membutuhkan waktu karena melibatkan perizinan kerja sama dan pemesanan dari pihak ritel. Meski begitu, ia memastikan dalam beberapa hari ke depan stok beras, baik SPHP maupun komersial, akan segera terpenuhi oleh Bulog. (*)

Berita Terkait

Kronologi Kematian Misterius Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Polisi Dituntut Transparan
Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan
Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif
AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis
YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi
KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi
Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi
MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Meninggal Mendadak, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:41 WIB

Arief Martha Rahadyan: Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia Cerminkan Diplomasi Bebas dan Aktif

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:09 WIB

AJI Tuntut Prabowo Minta Maaf soal Ucapan ‘Londo Ireng’, Tuding Diskreditkan Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:26 WIB

YLBHI Kecam Tajam Stigma “Londo Ireng”, Dinilai Ancaman Serius terhadap Kebebasan Pers dan Demokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:40 WIB

KPK Jelaskan Alasan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan KPK, Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:18 WIB

Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Ngaku Dikriminalisasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:03 WIB

MK Tetapkan Sisa Kuota Internet Tidak Boleh Hangus, Operator Wajib Lindungi Hak Konsumen

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:30 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Berita Terbaru