HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Kesaksian Sepupu Jokowi di Sidang Dokter Tifa Disoal: Klaim Foto Ijazah Asli Tapi Tak Mampu Jelaskan Soal Kacamata dan Kumis

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:28 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Klaim keaslian foto pada ijazah S1 Presiden ke-7 Joko Widodo yang diterbitkan Universitas Gadjah Mada kembali diuji di ruang sidang. Sepupu Jokowi, Dumatno Budi Utomo, yang dihadirkan jaksa sebagai saksi dalam sidang terdakwa Dokter Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, menegaskan bahwa foto yang tercetak pada ijazah tersebut adalah foto Jokowi.

Berdasarkan jalannya persidangan yang digelar pada Kamis, 22 Oktober 2026, kesaksian itu disampaikan Dumatno saat menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa mengenai identitas foto dalam ijazah yang menjadi objek perkara. Dokter Tifa sendiri disidang atas laporan Jokowi ke Polda Metro Jaya yang merasa dihina dan direndahkan karena ijazah S1-nya disebut palsu.

“Itu foto Pak Jokowi,” kata Dumatno di hadapan majelis hakim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun pernyataan itu berkembang menjadi perdebatan panjang ketika kuasa hukum mendalami ciri fisik dalam foto tersebut. Dumatno mengeklaim Jokowi pada masa kuliah memang berkacamata dan berkumis. Ketika ditanya lebih rinci mengenai kapan tepatnya Jokowi berpenampilan demikian, saksi tidak dapat memberikan penjelasan waktu yang pasti. Dumatno juga mengaku dirinya dulu tidak berkacamata dan baru menggunakannya belakangan ini.

“Jadi, dulu Anda tidak berkacamata dan sekarang berkacamata?” tanya kuasa hukum Dokter Tifa yang kemudian dijawab tegas oleh saksi dengan kata iya.

Konsistensi keterangan itu kembali diuji saat Dokter Tifa memperlihatkan foto Jokowi ketika menjabat sebagai Wali Kota Solo dengan gelar Drs. Dalam foto pembanding tersebut, Jokowi tampak tidak berkacamata, tidak berkumis, dan berambut tipis, berbeda dengan foto berambut tebal, berkacamata, dan berkumis yang ada pada ijazah. Dumatno yang melihat foto pembanding itu terlihat terkejut dan tidak segera memberikan jawaban.

Keterangan lain yang disoroti adalah soal riwayat pendidikan. Dumatno menyebut Jokowi merupakan lulusan SMA 6 Surakarta dan menyelesaikan kuliah di UGM pada tahun 1985 setelah sempat bekerja di Aceh. Pernyataan itu langsung disanggah terdakwa dan penasihat hukumnya. Berdasarkan data yang mereka miliki, SMA 6 Surakarta baru berdiri pada tahun 1985, sementara pada tahun 1984 Jokowi masih tercatat bekerja di Aceh.

“Keterangan saksi ini tidak akurat, tidak eligibel,” kata Dokter Tifa di persidangan.

Atas perbedaan keterangan tersebut, pihak terdakwa menyatakan akan menghadirkan ahli mata untuk menguji secara ilmiah klaim bahwa Jokowi pada masa muda berkacamata sebagaimana terlihat dalam foto ijazah. Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini menjadi kunci untuk menjawab pertanyaan utama perkara, yakni soal keaslian materiil foto dan identitas dalam ijazah yang selama ini dipersoalkan. (*)

Berita Terkait

Kemlu Tegaskan Mekanisme Kabut Asap ASEAN Sudah Ada, Jawab Desakan Malaysia Soal Kerangka Hukum Baru
Dokter Tifa Pertanyakan Alur Pendidikan Jokowi: SMA 6 Surakarta Disebut Baru Berdiri 1985
TNI Berkomitmen Tindaklanjuti Informasi KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB
Ketika Opini WTP Diduga Diperjualbelikan: Integritas BPK di Titik Nadir
Rocky Gerung Ingatkan Mahasiswa: Jangan Sekadar Demo, Pahami Persoalan dan Ideologi!
Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman di Tengah Gejolak Harga Minyak Global
Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi, Bahas Stabilitas Makro dan Strategi Pacu Ekspor Hingga Akhir 2026
Pemerintah Pastikan Stabilitas Makroekonomi Terjaga di Ujung Tahun 2026

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Amankan Seorang Perempuan dengan 34 Paket Sabu

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Aceh Tenggara Hadiri Upacara Hari Santri Nasional 2026, Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:29 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Kecam Keras Dugaan Intimidasi dan Ancam Penumbangan Massal Sawit Petani oleh Oknum Satgas TNGL

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Kandidat Bakal Calon Kades Kutambaru Bencawan Kecewa, Persoalan Domisili Muncul Jelang Penetapan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas, Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Sambangi Masyarakat Desa Pulonas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:24 WIB

Warga Aceh Tenggara Resah, Oknum Satgas TNGL Diduga Intimidasi Petani Sawit dan Ancam Penumbangan Massal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Kapolres Aceh Tenggara Diwakili Wakapolres Pimpin Polres Kuat, Wujudkan Polri yang Profesional dan Responsif

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Polisi Bersama Masyarakat: Polsek Babussalam Sosialisasikan Bahaya Karhutla, Warga Diimbau Tidak Membakar Sisa Panen

Berita Terbaru