GAYO LUES. BARANEWS — Dinas Pertanian Kabupaten Gayo Lues menggelar pelatihan budidaya tembakau Tahun Anggaran 2026 bagi kelompok tani Desa Palok dan Desa Penggalangan, Kecamatan Blangkejeren. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Blangtengtenggulun pada Kamis (22/10/2026) tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Ridwansyah, SP, yang bertindak sebagai pembuka kegiatan pelatihan, mengatakan anggaran DBHCHT yang diterima selama ini mengalami penurunan. Karena itu, ia berupaya mendorong peningkatan kembali alokasi dana tersebut melalui peningkatan mutu dan kualitas tembakau yang dihasilkan petani.
“Anggaran DBHCHT kita selama ini sangat menurun. Saya akan berupaya semaksimal mungkin agar dana DBHCHT ini bisa meningkat kembali. Namun, kita juga harus benar-benar meningkatkan mutu dan kualitas tembakau serta memperbanyak masyarakat yang menanam tembakau,” ujar Ridwansyah saat dikonfirmasi di ruangannya.
Menurut dia, pengembangan tembakau dapat menjadi peluang tambahan penghasilan bagi petani kopi di Gayo Lues. Dengan masa tanam tembakau sekitar dua bulan, petani dapat memanfaatkan lahan di sela-sela tanaman kopi yang masih berusia muda.
Ia menilai pola tumpang sari antara kopi dan tembakau merupakan langkah yang tepat. Selain memperoleh penghasilan tambahan dari tembakau, petani tetap dapat merawat kebun kopi mereka.
“Petani kopi juga perlu menanam tembakau, terutama ketika tanaman kopi masih berusia dini. Jadi, sambil mengurus kebun kopi, masyarakat bisa memperoleh penghasilan dari tembakau, sementara tanaman kopi tetap terawat,” katanya.
Ridwansyah menambahkan, tembakau telah lama menjadi bagian dari usaha pertanian masyarakat Gayo Lues yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas budidaya dan keterampilan petani.
Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan tersebut bersumber dari program Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh. Melalui pelatihan ini, petani diharapkan mampu meningkatkan kualitas tembakau sekaligus mengembangkan pola tanam yang mendukung produktivitas perkebunan kopi di Kabupaten Gayo Lues. (J.Porang)









































