slot preparation.lsrs.lu

Jalan Nasional Aceh Tenggara Dibiarkan Berlubang, Jembatan Biakmuli Nyaris Amblas di Tengah Parit Mati

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:25 WIB

50257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUTACANE – Kondisi infrastruktur jalan nasional dan sistem drainase di Kabupaten Aceh Tenggara kembali menjadi sorotan. Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Perwakilan Aceh Tenggara menilai kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi sudah masuk kategori ancaman serius terhadap keselamatan pengguna jalan.

Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan masyarakat yang diterima YARA, sejumlah ruas jalan nasional saat ini dalam kondisi rusak parah dan dipenuhi lubang. Kepala Perwakilan YARA Aceh Tenggara, Safiratul Ulya, mengatakan laporan tersebut datang dari berbagai kecamatan yang selama ini menjadi jalur vital mobilitas warga.

“Berdasarkan laporan masyarakat, jalan nasional bertaburan lubang seperti di Titi Pasir, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Babul Makmur, dan lantai Jembatan Biakmuli yang terancam amblas,” ujar Safira.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan itu tidak berdiri sendiri. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di kawasan Babussalam, sementara yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi lantai Jembatan Biakmuli yang terancam amblas. Jika jembatan yang menjadi penghubung utama itu benar-benar amblas, maka akses ekonomi masyarakat akan lumpuh total.

Lebih ironis lagi, kerusakan jalan diperparah dengan lumpuhnya fungsi saluran drainase. YARA Aceh Tenggara juga menerima laporan mengenai saluran parit yang tersumbat di sejumlah wilayah. Titik-titik penyumbatan antara lain berada di Desa Kuning, Kota Kutacane, Terutung Megare, Pulolatong, serta sejumlah daerah lainnya di Kecamatan Babul Makmur dan Lawe Sigala-gala.

“Begitu juga kondisi saluran parit di Desa Sabilussalam yang sudah bertahun-tahun tersumbat, demikian juga di Lawe Loning dan sekitarnya,” kata Safira.

Fakta bahwa parit di Desa Sabilussalam sudah bertahun-tahun tersumbat tanpa penanganan menunjukkan adanya pembiaran sistemik. Ketika parit tidak berfungsi, air meluap ke badan jalan, mempercepat kerusakan aspal, dan menciptakan lubang-lubang baru yang membahayakan. Ini adalah lingkaran kerusakan yang sengaja dipelihara oleh ketidakpedulian.

YARA menegaskan, kondisi ini tidak bisa lagi dijawab dengan alasan klasik keterbatasan anggaran atau menunggu kewenangan pusat. Jalan nasional memang menjadi kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, namun pemerintah daerah tidak boleh cuci tangan. Ketika laporan sudah masuk sejak lama dan dibiarkan hingga akhir September 2026, maka yang dipertaruhkan adalah keselamatan rakyat.

Karena itu, YARA meminta pihak terkait, mulai dari Balai Jalan Nasional Aceh, Dinas PUPR Aceh Tenggara, hingga pemerintah kecamatan, untuk segera turun melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah penanganan darurat terhadap titik-titik jalan yang berlubang maupun saluran parit yang tersumbat, sebelum jatuh korban akibat pembiaran infrastruktur. (*)

Berita Terkait

Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026
Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik
Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:00 WIB

Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35 WIB

Temui Nelayan Gosong Telaga Aceh Singkil, Jamaluddin Idham: Suara Masyarakat Pesisir Harus Didengar dan Diperjuangkan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Arief Martha Rahadyan Serukan Aksi Nyata Menuju Indonesia Emas 2045

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Sambangi Petani di Sawah, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Alsintan dan Infrastruktur Pertanian Simeulue

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB