slot preparation.lsrs.lu

Antre Panjang di Jembatan Gantung Mamas Darul Hasanah, Potret Buram Akses Warga Aceh Tenggara

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026 - 08:20 WIB

50193 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Pemandangan antre panjang kembali terjadi di Jembatan Gantung Mamas, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung warga itu harus dilalui secara bergantian, sehingga menimbulkan kemacetan setiap pagi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana antre terjadi pada pagi hari saat aktivitas warga mulai meningkat. Deretan sepeda motor terlihat mengular di kedua sisi jembatan, menunggu giliran untuk melintas. Jembatan gantung yang sempit dan hanya terbuat dari konstruksi besi dan papan kayu itu tidak mampu menampung volume kendaraan yang terus bertambah.

Kondisi tersebut berlangsung pada 29 September 2026. Pada hari itu, antrean bahkan mengular cukup panjang karena bersamaan dengan jam berangkat sekolah dan jam masuk kerja. Warga terpaksa menunggu cukup lama hanya untuk bisa menyeberang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa yang terjadi di Jembatan Gantung Mamas ini menggambarkan betapa rapuhnya infrastruktur dasar di wilayah pedalaman Aceh Tenggara. Jembatan gantung yang secara fungsi hanya untuk pejalan kaki dan sepeda motor, kini dipaksa menjadi jalur utama bagi ratusan warga. Tidak ada jembatan permanen yang layak sebagai alternatif.

Siapa yang paling merasakan dampaknya adalah pelajar, petani, dan pedagang. Pelajar harus berangkat lebih awal agar tidak terlambat sekolah karena harus antre di jembatan. Petani yang membawa hasil kebun kesulitan melintas karena beban yang dibawa berisiko merusak jembatan. Pedagang pun harus mengatur waktu agar tidak terjebak antrean panjang.

Di mana letak persoalannya terlihat jelas. Jembatan Gantung Mamas berada di Kecamatan Darul Hasanah yang memiliki aktivitas cukup padat, namun hingga kini belum tersentuh pembangunan jembatan permanen yang representatif. Jembatan gantung yang ada sudah berusia tua, lapuk di beberapa bagian, dan bergoyang saat dilalui kendaraan dalam jumlah banyak. Risiko kecelakaan sangat tinggi.

Mengapa kondisi ini dibiarkan bertahun-tahun menjadi pertanyaan kritis. Jalan dan jembatan adalah urat nadi ekonomi warga. Ketika akses utama hanya mengandalkan jembatan gantung sempit, maka yang terjadi adalah pemborosan waktu, biaya, dan tenaga. Antre panjang setiap pagi bukan pemandangan baru, melainkan sudah menjadi rutinitas yang dianggap biasa, padahal ini adalah bentuk pembiaran terhadap hak dasar warga untuk mendapatkan akses infrastruktur yang layak.

Bagaimana solusi yang ada hingga kini belum menunjukkan keseriusan. Perbaikan yang dilakukan hanya sebatas tambal sulam papan kayu yang lapuk dan pengencangan kawat seling. Tidak ada pembangunan jembatan permanen yang mampu menampung kendaraan roda empat, padahal kebutuhan warga sudah mendesak.

Kejadian antre panjang pada 29 September 2026 ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah. Jembatan Gantung Mamas tidak boleh terus dibiarkan menjadi simbol keterisolasian. Warga Darul Hasanah butuh jembatan permanen yang aman dan layak, bukan antrean panjang setiap pagi yang mempertaruhkan keselamatan di atas jembatan gantung yang sudah tidak layak. (*)

Berita Terkait

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat
Kapolsek Bambel Hadiri Penyampaian Visi dan Misi Calon Pengulu Kute
LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I
Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber
Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026
Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen
Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026
Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:36 WIB

Pererat Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Gelar Kegiatan Kumpul Bersama di Desa Engkeran Simpang Empat

Rabu, 4 November 2026 - 10:17 WIB

LSM KOMPAK Aceh Tenggara Apresiasi Komitmen BPJN Aceh Tangani Ruas Jalan Nasional dan Pembangunan Jembatan Kuning I

Rabu, 4 November 2026 - 03:39 WIB

Mahasiswa Perikanan Dorong Kemandirian Pangan Pesantren Lewat Inovasi Budikdamber

Selasa, 3 November 2026 - 19:35 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Mingguan Bersama Wakapolres, Perkuat Kesiapan Personel Jaga Kamtibmas Jelang Pilkades 2026

Selasa, 3 November 2026 - 18:48 WIB

Cegah Kebakaran Lahan, Polsek Lawe Sigala-gala Imbau Warga Tidak Membakar Sisa Hasil Panen

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Edukasi Pengguna Jalan, Satlantas Polres Aceh Tenggara Bagikan Stiker Keselamatan dalam Operasi Patuh Seulawah 2026

Selasa, 3 November 2026 - 15:26 WIB

Proyek Infrastruktur Aceh Tenggara di Ujung Tanduk, Pemerintah Didesak Tak Abaikan Administrasi demi Kejar Tayang Fisik

Selasa, 3 November 2026 - 01:20 WIB

Polsek Bambel Edukasi Pelajar SMP Negeri 1 Bambel, Ingatkan Bahaya Narkoba hingga Perundungan

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB