HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Mahasiswa dan Warga Desak DPRK Aceh Tengah Bongkar Praktik Mafia Tambang dan Kelangkaan BBM

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026 - 01:17 WIB

50290 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH |  Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah menjadi pusat penyampaian aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan krusial yang dinilai mengabaikan kepentingan publik. Aksi unjuk rasa yang dimotori oleh sejumlah mahasiswa dari organisasi GMNI bersama elemen masyarakat ini digelar untuk menuntut tanggung jawab pemerintah daerah dan aparat penegak hukum atas minimnya pengawasan terhadap fenomena sosial serta ekonomi yang kian meresahkan.

Demonstrasi yang berlangsung pada Kamis, 24 September 2026 tersebut menyoroti dugaan praktik penambangan emas tanpa izin (PETI) yang dianggap merusak ekosistem di wilayah Aceh Tengah. Massa aksi mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penindakan tegas dan membongkar aktor-aktor di balik kegiatan ilegal tersebut yang diduga telah berlangsung tanpa hambatan berarti.

Selain isu kerusakan lingkungan, demonstran secara keras mengkritisi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) serta indikasi adanya praktik mafia penyaluran BBM yang dinilai sangat merugikan rakyat kecil. Kelangkaan tersebut memicu kemarahan massa yang menuntut transparansi dalam distribusi agar tidak dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persoalan kesehatan masyarakat pun turut disuarakan dengan mendesak penanganan serius terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS di wilayah tersebut. Tidak berhenti di situ, massa juga secara tegas menolak keberadaan praktik rentenir yang dianggap telah mencederai nilai-nilai syariat Islam di tengah masyarakat. Terakhir, demonstran menyoroti adanya dugaan pelanggaran syariat Islam yang diklaim marak terjadi di kawasan objek wisata Danau Lut Tawar, yang dianggap mencoreng citra daerah.

Kehadiran Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Susilawati, beserta anggota dewan lainnya yakni Genap Fauzan dan Syukri di lokasi aksi sempat meredam ketegangan. Meski demikian, para pengunjuk rasa menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal janji para wakil rakyat tersebut hingga tuntutan mereka benar-benar terealisasi demi perbaikan tata kelola daerah yang lebih bermartabat. (*)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru