ACEH TENGAH – Luapan air merendam lima desa di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak sore hingga malam hari. Genangan air yang meluap dari sungai dan saluran drainase merendam permukiman warga dan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Lima desa yang terdampak luapan air tersebut adalah Desa Sukadamai, Desa Uring, Desa Kedelah, Desa Paya Jeget, dan Desa Weh Nareh. Berdasarkan video yang beredar, air dengan arus cukup deras menggenangi jalan desa dan halaman rumah warga. Kondisi diperparah dengan hujan yang belum berhenti hingga malam hari, membuat debit air terus meningkat dan warga harus siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan.
Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pegasing dan sekitarnya. Air sungai yang tidak mampu menampung debit akhirnya meluap ke permukiman. Warga di sejumlah titik terlihat memantau kondisi air sambil mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Hingga laporan ini disampaikan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah rumah yang terdampak maupun kerugian material. Namun warga berharap hujan segera reda agar genangan tidak meluas dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Peristiwa banjir yang melanda lima desa di Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah pada 26 September 2026 tersebut menjadi pengingat akan kerentanan kawasan di bantaran sungai terhadap luapan air di musim hujan. Warga diimbau untuk tetap waspada, menjauhi aliran sungai yang meluap, dan terus berkoordinasi dengan aparatur desa untuk langkah evakuasi jika debit air kembali naik. (*)









































