HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

KABIRO ACEH TENGAH

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:31 WIB

5097 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH, 10 Oktober 2026 – Endatoe Foundation dengan pilar program Endatoe Academy, menggelar webinar Endatoe Talk: Career Abroad, Step by Step Menjadi Tenaga Medis di Jerman pada Sabtu (10/10/2026) pukul 20.15 WIB melalui Zoom.

Kegiatan ini diikuti 50 peserta, terutama tenaga kesehatan dan mahasiswa kesehatan dari Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Narasumber utama, Ns. Dasma Intan Sari, S.Kep, adalah perawat asal Aceh yang kini berkarier di Jerman. Lulusan Fakultas Keperawatan Unsyiah ini sempat bekerja sekitar lima tahun di rumah sakit di Banda Aceh. Ia berangkat ke Jerman melalui program G to G (government to government) antara Kemnaker dan Triple Win Indonesia, dan kini bekerja di wilayah Bayern, sebuah kota kecil dekaty Munich. Acara dipandu Ananda Fildza Alifa dari Endatoe Academy.

Dalam paparannya, Intan menjelaskan tahapan menuju Jerman: pendaftaran dan seleksi, belajar bahasa Jerman dari level A1 hingga B1, pencocokan dengan pemberi kerja (matching), pengurusan visa, hingga proses penyetaraan profesi setelah tiba di Jerman. Seluruh proses yang ia jalani memakan waktu sekitar dua tahun. Ia menegaskan bahwa pekerjaan di rumah sakit Jerman sepenuhnya memakai bahasa Jerman, sehingga sertifikat bahasa Inggris tidak diperlukan.

Intan juga berbagi pengalaman beradaptasi, mulai dari mencari tempat tinggal, budaya kerja, hingga kolaborasi dokter dan perawat yang setara. Dalam proses adaptasinya ia mendapati bahwa perawat berhijab diterima di rumah sakit dan makanan halal mudah ditemukan. Bagi yang tidak lolos jalur G to G, tersedia jalur mandiri asalkan memiliki sertifikat bahasa Jerman. Intan mengakui peluang kerja besar, tetapi persaingan dengan tenaga kesehatan dari berbagai negara juga ketat.

Sesi tanya jawab berlangsung hidup. Peserta bertanya tentang syarat pendidikan D3 dan S1 Ners, peluang bagi lulusan kebidanan, pendaftar yang sudah menikah, membawa keluarga, kontrak kerja, hingga sistem upah dan pajak.

“Setelah mendapat sertifikat B1, kami kira itu akhir. Ternyata itu awal dari adaptasi kami di Jerman,” ujar Intan.

Furqan dari Endatoe Foundation, menyampaikan: “Kami berharap webinar ini menjadi langkah awal menjembatani pemuda-pemudi Aceh untuk berkarier di luar negeri, khususnya Jerman. Aceh punya banyak tenaga muda berbakat, dan mereka layak mendapat informasi yang jelas, jujur, dan langsung dari orang yang telah menjalaninya.” Webinar ini didukung Persatuan Perawat Nasional Indonesia cabang Bireuen, Akademi Kebidanan Muhammadiyah Bireuen-Aceh, Asar Humanity, dan Ksatria.

Berita Terkait

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II
PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Jembatan Putus dan Kabar Bendungan Alami, Warga Reje Payung Mengungsi ke Tiga Desa
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Asap Karhutla Racuni 13 Juta Warga, 277 Ribu Terserang ISPA dan 62 Ribu Korban Balita

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:20 WIB

KPK Ancam Jemput Paksa Menteri ATR Nusron Wahid yang Dua Kali Mangkir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:39 WIB

MK Putuskan Prajurit TNI Pelaku Pidana Umum Diadili di Peradilan Umum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Bahlil Desak Kepolisian Segera Tindak Tegas Penimbun BBM Subsidi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Stok Pertalite Nasional Tersisa 16 Hari, Bahlil Klaim Aman di Tengah Antrean BBM di Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:46 WIB

Dugaan Pembatasan Rujukan JKN Mengancam Keselamatan Pasien Kronis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Barang Bukti Diangkut Pakai Tong Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:07 WIB

PDI-P Sebut Framing Karhutla sebagai Bencana Alam Keliru, Soroti Kegagalan Mitigasi Pemerintah

Berita Terbaru