ACEH TENGAH | Krisis air bersih yang mendera masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah akibat kerusakan infrastruktur vital mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo secara langsung meninjau upaya percepatan penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Origon yang hancur diterjang longsor. Bencana alam tersebut sebelumnya melumpuhkan akses air bersih bagi warga di Kecamatan Kebayakan, sebuah situasi yang menuntut penanganan tanggap darurat yang tidak sekadar tambal sulam, melainkan melalui langkah rehabilitasi dan rekonstruksi permanen.
Dalam kunjungannya pada Jumat, 18 September 2026, Menteri Dody menegaskan bahwa pemulihan layanan air minum harus segera dilakukan agar kebutuhan mendasar masyarakat Takengon kembali terpenuhi. Langkah konkret yang diambil adalah melakukan relokasi SPAM Origon ke Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar. Pemilihan lokasi baru ini diyakini sebagai langkah strategis untuk memitigasi risiko bencana serupa di masa depan sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan hingga 100 liter per detik.
Proyek yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 7.991 meter persegi milik pemerintah daerah ini diproyeksikan tidak hanya menyasar satu wilayah, melainkan mampu mengaliri kebutuhan air bersih untuk Kecamatan Kebayakan, Lut Tawar, hingga Bebesan. Secara keseluruhan, total kapasitas SPAM Origon pasca-penanganan akan melonjak signifikan mencapai 120 liter per detik. Angka tersebut diperoleh dari akumulasi kapasitas baru sebesar 100 liter per detik dan integrasi kapasitas eksisting sebesar 20 liter per detik.
Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pekerjaan rehabilitasi dan konstruksi dapat rampung pada Desember 2026. Saat ini, fokus pembangunan masih tertuju pada tahap fondasi yang dijadwalkan selesai pada Oktober mendatang sebelum beralih ke pengerjaan struktur atas. Selain membenahi SPAM Origon, pemerintah juga melakukan pemulihan menyeluruh terhadap SPAM Lut Tawar yang berkapasitas 20 liter per detik, mencakup perbaikan instalasi pengolahan air, reservoir, hingga sistem distribusi air baku untuk melayani masyarakat di Kecamatan Wih Pesam dan Bukit. Upaya ini menjadi ujian komitmen pemerintah dalam memastikan infrastruktur air minum tidak hanya sekadar pulih pascabencana, melainkan mampu beroperasi secara berkelanjutan, tangguh, dan memenuhi standar keamanan bagi kebutuhan publik. (*)









































