Suka Makmue — Komoditas nilam kembali menunjukkan prospek yang menjanjikan bagi masyarakat Kabupaten Nagan Raya. Harga minyak nilam yang mengalami kenaikan menjadi kabar positif bagi para petani, sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan komoditas perkebunan unggulan daerah.
Hal tersebut terlihat saat Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Nagan Raya, Arafik A. Karim, M.PA., melakukan kunjungan langsung ke lokasi petani nilam di Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Jumat (4/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi tanaman nilam, aktivitas para petani, sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi dan perkembangan usaha nilam yang sedang dijalankan masyarakat.
Dalam kunjungan itu, Marzuki juga berdialog dengan kelompok tani nilam terkait perkembangan harga, produksi, kualitas hasil panen, serta berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.
Kepada media ini melalui pesan WhatsApp, Marzuki menyampaikan bahwa harga minyak nilam saat ini mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan.
“Harga minyak nilam sekarang sudah naik hampir mencapai Rp1.200.000, dibandingkan dengan bulan yang lalu,” ujar Marzuki.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut tentunya menjadi angin segar bagi petani nilam.
Kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan semangat petani untuk terus mengembangkan tanaman nilam dan menjaga kualitas produksi.
Marzuki menilai, tanaman nilam memiliki peluang ekonomi yang cukup besar apabila dikelola secara baik, mulai dari proses budidaya, pemeliharaan, panen hingga pengolahan minyak nilam.
“Yang paling penting adalah bagaimana petani dapat mempertahankan kualitas nilam sehingga memiliki nilai jual yang baik dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani,” tambahnya.
Dorong Nilam Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
Kunjungan langsung ke sentra petani nilam tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi riil yang dihadapi petani.
Pemerintah tidak hanya melihat dari sisi produksi, tetapi juga memperhatikan perkembangan harga dan peluang pasar komoditas nilam.
Nilam merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi karena minyaknya banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, khususnya industri parfum, kosmetik dan berbagai produk lainnya.
Dengan potensi tersebut, pengembangan nilam di Nagan Raya diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif usaha produktif bagi masyarakat pedesaan.
Pemerintah daerah melalui DTPHP Nagan Raya juga diharapkan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan komoditas nilam, baik melalui pembinaan petani, peningkatan kualitas budidaya, penguatan kelompok tani maupun membuka peluang kerja sama dengan pihak-pihak yang dapat membantu pemasaran hasil produksi.
Bagi petani, meningkatnya harga minyak nilam tentu menjadi motivasi untuk menjaga kualitas dan meningkatkan produktivitas. Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, komoditas nilam berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Nagan Raya.
Kunjungan tersebut ditutup dengan dialog bersama kelompok tani nilam.
Para petani menyampaikan sejumlah aspirasi dan harapan agar pengembangan komoditas nilam ke depan mendapat perhatian dan pendampingan yang lebih optimal dari pemerintah daerah.
Dengan harga yang mulai membaik, harapan baru pun tumbuh di tengah petani nilam Beutong.
Dari kebun masyarakat, nilam bukan hanya menghasilkan minyak, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian petani di Kabupaten Nagan Raya. (*)








































