slot preparation.lsrs.lu

TNI Tegas Bantah Isu DOM di Aceh, Minta Warga Tak Percaya Hoaks

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

50360 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – TNI menegaskan kabar yang beredar mengenai pemberlakuan Darurat Operasi Militer (DOM) di Provinsi Aceh mulai 1 September 2026 adalah tidak benar. Narasi ini ramai muncul di media sosial setelah insiden kericuhan pada peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh di Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menyampaikan bahwa situasi di Aceh masih normal dan kondusif. Ia memastikan tidak ada rencana operasi militer seperti yang digaungkan di media sosial. “Situasi dan kondisi normal, kondusif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya tekankan tidak ada operasi militer,” kata Nas, Selasa (18/8/2026).

Nas juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan. “Kepada masyarakat agar bijak dan jeli, jangan mau dihasut, jangan mudah percaya berita hoaks yang sengaja dibuat oleh pihak dengan maksud tertentu,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, narasi soal penerapan DOM itu juga sempat membawa-bawa nama Kompas.com. Sejumlah akun di Instagram, Facebook, dan TikTok membagikan tangkapan layar artikel yang disebut-sebut berasal dari media tersebut. Setelah ditelusuri, redaksi Kompas.com membantah pernah menerbitkan artikel berjudul “1 September 2026 Aceh Resmi Menjadi Wilayah Darurat Operasi Militer (DOM)”.

Pemimpin Redaksi Kompas.com, Amir Sodikin, menegaskan artikel tersebut adalah hoaks dan tidak pernah dipublikasikan oleh pihaknya. Amir juga mengajak publik untuk mengenali ciri-ciri artikel asli dan berhati-hati sebelum menyebarkan informasi dari media sosial.

Dengan adanya klarifikasi dari TNI dan redaksi Kompas.com, masyarakat Aceh diimbau tetap tenang dan tidak terjebak isu-isu yang belum jelas kebenarannya. Pemerintah mengajak semua pihak menjaga perdamaian dan keamanan yang telah terwujud selama lebih dari dua dekade terakhir di Tanah Rencong. (*)

Berita Terkait

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB