JAKARTA | Kuasa hukum keluarga almarhum Sutrimo, Aan Rohaeni, mengambil langkah mendatangi kediaman mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2026). Kedatangan tersebut bertujuan mencari dan meminta kembali barang-barang pribadi milik Sutrimo, termasuk ponsel yang hingga kini belum ditemukan pascakejadian meninggalnya almarhum secara misterius. Upaya pengambilan barang itu tidak membuahkan hasil, karena tidak satu pun penghuni atau perwakilan keluarga yang dapat memberikan keterangan terkait keberadaan barang-barang tersebut.
Pihak keluarga meyakini, ponsel Sutrimo terakhir kali dipegang oleh Febrio—staf kepercayaan yang diketahui berperan besar dalam pengurusan jenazah almarhum. Tak hanya ponsel, keluarga juga menemukan kejanggalan atas keberadaan sepeda motor milik Sutrimo yang masih terlihat di area kediaman Febrie Adriansyah, namun tak mendapatkan penjelasan rinci mengenai status barang bukti yang berpotensi penting bagi penyelidikan.
Kepolisian melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa proses penanganan kematian Sutrimo telah memasuki tahap penyidikan. Penyidik telah memeriksa delapan saksi dan akan menelusuri lebih lanjut keterkaitan pihak-pihak yang diduga masih mengetahui lokasi barang pribadi milik almarhum. Langkah tersebut diambil untuk menelusuri rangkaian peristiwa menjelang kematian Sutrimo yang dinilai penuh kejanggalan oleh pihak keluarga.
Praktisi hukum dan aktivis antikorupsi, Saor Siagian, menilai pemeriksaan terhadap Febrio sebagai saksi kunci sangat mendesak. Menurut Saor, keterangannya berpotensi menjadi titik terang dalam konstruksi runtut kejadian sebelum kematian Sutrimo, mengingat kedekatannya dengan almarhum di hari-hari terakhir. Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam, menegaskan bahwa ponsel menjadi barang bukti krusial yang dapat membongkar jejak komunikasi terakhir, sekaligus menjadi pintu masuk penyidik dalam mengungkap penyebab pasti kematian Sutrimo.
Proses penyidikan terus berlanjut dengan fokus pendalaman bukti digital serta pengujian keterangan saksi-saksi kunci. Keluarga berharap upaya ini dapat membuahkan kejelasan dan keadilan atas misteri kematian Sutrimo yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. (*)







































