slot preparation.lsrs.lu

Jusuf Kalla Tanggapi Kerusuhan Hari Damai Aceh dan Serukan Penyelesaian Damai

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 03:02 WIB

50210 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA |  Tokoh perdamaian Aceh, Jusuf Kalla, menanggapi insiden kerusuhan yang mewarnai peringatan 21 tahun damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), dan menegaskan peristiwa tersebut tidak mewakili aspirasi masyarakat Aceh secara luas. Kalla menilai aksi yang diwarnai pengibaran bendera dan ketegangan dengan aparat bersumber pada ketidakpuasan kelompok tertentu terhadap kepemimpinan daerah, bukan merupakan simbol penolakan terhadap pemerintah pusat.

Dalam keterangannya kepada media, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa kericuhan terjadi di tengah kekosongan komunikasi para pemimpin daerah, karena sejumlah tokoh kunci seperti Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe sedang berada di luar kota untuk keperluan pengobatan. Hal ini menurut mantan Wakil Presiden RI, menciptakan ruang yang dimanfaatkan kelompok tertentu untuk memprovokasi dan menggerakkan massa. Narasi yang diangkat dalam aksi tersebut, menurut Kalla, lebih berkutat pada tuntutan perbaikan pembangunan dan keadilan ekonomi di tingkat lokal.

Jusuf Kalla menegaskan, sepanjang dua dekade terakhir, perdamaian telah membawa perubahan positif nyata di Aceh. Stabilitas ekonomi, kebebasan sosial, serta ketertiban umum mengalami peningkatan signifikan dibandingkan masa sebelum penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Ia mengimbau segenap komponen masyarakat untuk tetap menjaga suasana kondusif dan menjadikan peringatan Hari Damai Aceh sebagai momen evaluasi bersama guna mengukuhkan perdamaian, bukan justru sebagai panggung konfrontasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Kalla berharap pemimpin daerah segera hadir kembali di Banda Aceh dan berinisiatif melangsungkan dialog terbuka dengan kelompok-kelompok yang belum puas, sehingga tensi sosial yang sempat memuncak dapat segera diredam. Jusuf Kalla mengingatkan pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam menemukan solusi terbaik agar pondasi damai dan kemajuan yang telah dicapai Aceh selama dua dekade terakhir tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar
Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi
Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta
SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali
Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan Khusus Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian
Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden
Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:20 WIB

Istana Tegaskan Dugaan Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Masuk Kategori Makar

Rabu, 4 November 2026 - 19:28 WIB

Aksi Penurunan Foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sejumlah Lokasi

Rabu, 4 November 2026 - 19:19 WIB

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 19:08 WIB

SBY Kritik Keras Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo dan Minta Politik Berkeadaban Dihidupkan Kembali

Rabu, 4 November 2026 - 18:48 WIB

Skandal Penyadapan Ilegal Guncang Institusi Kepolisian

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

YUSRIL Sebut Prabowo Tahu Penangkapan Jenderal Listyo, Tegaskan Kasus Penyadapan Ilegal Bukan Makar

Berita Terbaru

NASIONAL

Foto Wapres Gibran Diturunkan Massa di DPRD Yogyakarta

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:19 WIB