BANDA ACEH – Partai Gema Bangsa menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) se-Aceh di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Sabtu (8/8/2026). Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan menyiapkan langkah politik partai di seluruh kabupaten/kota.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Aceh, Hamdani Hamid, serta jajaran pengurus DPD dari berbagai daerah di Aceh. Pelantikan struktur daerah sekaligus menandai dimulainya kerja konsolidasi yang lebih intensif hingga ke tingkat akar rumput.
Dalam arahannya, Ahmad Rofiq menegaskan bahwa kekuatan partai harus dibangun dari struktur yang solid, aktif, dan dekat dengan masyarakat. Ia meminta seluruh pengurus yang baru dilantik tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi segera bergerak membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat basis dukungan di daerah masing-masing.
Ahmad Rofiq juga menyoroti pentingnya desentralisasi politik sebagai bagian dari arah pengembangan Partai Gema Bangsa. Menurutnya, kewenangan politik di tingkat wilayah dan daerah harus diperkuat agar pengambilan keputusan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak seluruhnya bergantung pada pusat, terutama untuk Aceh yang memiliki kekhususan dalam sistem pemerintahannya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Gema Bangsa Aceh, Hamdani Hamid, menyatakan siap memperkuat soliditas internal dan memastikan seluruh struktur partai bekerja secara terarah. Ia berharap Rakorwil tersebut melahirkan strategi kerja yang konkret, mulai dari penguatan kader, konsolidasi organisasi, hingga pendekatan yang lebih intensif kepada masyarakat.
Rakorwil juga membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya penguatan struktur organisasi, konsolidasi kader, desentralisasi kewenangan politik, serta persiapan menghadapi agenda politik mendatang. Partai Gema Bangsa berharap konsolidasi tersebut menjadi fondasi untuk membangun kekuatan politik yang lebih kokoh dan mampu menghadirkan gagasan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat Aceh.[]




































