Banda Aceh : Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh meminta PT Solusi Bangun Andalas (SBA) memastikan ketersediaan pasokan semen di pasaran agar harga tetap stabil dan tidak membebani masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan di Minggu, 2/8/2026.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh, Cut Muhammad, mengatakan dalam beberapa hari terakhir harga semen di sejumlah wilayah dilaporkan mencapai sekitar Rp110.000 per zak. Menurutnya, kenaikan tersebut dinilai terlalu tinggi dan perlu segera mendapat perhatian.
“Beberapa hari ini harga semen tembus hingga Rp110.000 per zak. Ini adalah harga di luar nalar,” kata Cut Muhammad, Minggu (2/8/2026).
Ia menyampaikan, di tengah perhatian Presiden Prabowo Subianto yang sedang mendorong percepatan pembangunan dan pemulihan Aceh pascabencana alam tahun lalu, lonjakan harga semen berpotensi menghambat berbagai program pembangunan.
Karena itu, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh meminta PT Solusi Bangun Andalas (SBA) untuk memastikan distribusi semen di pasar berjalan dengan baik serta melakukan pemantauan terhadap ketersediaan pasokan agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu kenaikan harga.
Menurut Cut Muhammad, harga semen yang terus meningkat tidak hanya berdampak pada sektor konstruksi, tetapi juga dapat memengaruhi upaya rehabilitasi lahan pertanian. Pasalnya, pembangunan infrastruktur pendukung pertanian, seperti saluran irigasi beton, talud, maupun jembatan penyeberangan bagi petani, membutuhkan material semen dalam jumlah yang cukup.
DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Aceh berharap seluruh pihak terkait dapat mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga semen sehingga pembangunan infrastruktur serta pemulihan sektor pertanian di Aceh dapat berjalan sesuai harapan. (*)




































