Ipelmasra Nyatakan Sikap Soal Investasi Rp200 Triliun di Nagan Raya: Dukung Pembangunan, Tolak Rakyat Jadi Penonton

Redaksi

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:06 WIB

50314 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh :  Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (IPELMASRA), M. Irsal Muntazal, menyampaikan sikap resmi terkait rencana investasi berskala besar senilai Rp200 triliun yang akan masuk ke Kabupaten Nagan Raya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Publik “Mahasiswa Bertanya, Bupati Menjawab” yang dihadiri langsung oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Ketua DPRK Nagan Raya, M. Rizki Ramadhan serta Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya, Zulkarnain, S.H.

Kegiatan berlangsung di Moorden Coffee, Banda Aceh, Minggu (7/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Irsal mengatakan bahwa mahasiswa dan masyarakat Nagan Raya pada prinsipnya tidak menolak pembangunan maupun investasi.

Namun, investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak menjadikan rakyat sebagai korban eksploitasi di daerahnya sendiri.

“Kami tidak anti-investasi dan tidak anti-pembangunan. Yang kami tuntut adalah jaminan bahwa masyarakat Nagan Raya tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri. Investasi sebesar ini harus menjadi instrumen kemakmuran rakyat, bukan sekadar angka fantastis yang menguntungkan segelintir pihak,” tutur Irsal.

Menurutnya, investasi Rp200 triliun tersebut harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah sekaligus jawaban atas berbagai tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi Aceh, khususnya Nagan Raya.

Ia menilai keberhasilan investasi harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu ekonomi, sinergi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dijelaskan Irsal, bahwa integrasi berbagai sektor strategis seperti pertambangan, pelabuhan, bandara, dan industri pengolahan harus mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita harus belajar secara objektif dari Morowali. Di sana, meski ada dinamika sosial dan lingkungan yang perlu terus dibenahi, ekonomi masyarakat bawah bergerak dan tumbuh,” ungkap Irsal.

“Warung-warung hidup, usaha kontrakan berkembang, bengkel lokal mendapatkan manfaat ekonomi. Kita harus kritis, tetapi juga harus logis. Jika daerah terus menutup diri terhadap investasi yang sehat dan terukur, Nagan Raya akan terus terjebak dalam lingkaran pengangguran dan kemiskinan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Ipelmasra juga menyampaikan sejumlah aspirasi dan rekomendasi strategis kepada Bupati Nagan Raya sebagai prasyarat agar investasi yang direncanakan benar-benar berpihak kepada masyarakat antara lain berisi prioritas utama tenaga kerja lokal.

Selain itu, pelibatan aktif UMKM daerah dalam rantai pasok industri, pelatihan dan sertifikasi untuk peningkatan mutu SDM, transparansi penuh tata kelola investasi serta perlindungan total terhadap lingkungan hidup dan hutan adat.

“Percepatan pembangunan infrastruktur daerah, Peningkatan mutu dan fasilitas pendidikan (CSR Utama), peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, menjamin masyarakat sebagai pelaku utama, bukan penonton,” tambahnya.

Menurut Irsal, seluruh poin tersebut merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk memastikan investasi besar yang masuk ke Nagan Raya berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan keadilan sosial.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum IPELMASRA menyampaikan pesan tegas sekaligus terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terkait komitmen keberpihakan terhadap rakyat.

“Apabila investasi Rp200 triliun ini hanya menjadi dokumen indah di atas kertas sementara rakyat dikorbankan, maka kami akan menjadi pihak pertama yang berdiri di garis depan untuk memimpin kritik dan perlawanan secara konstitusional,” tegasnya.

“Sebaliknya, apabila Bapak Bupati berkomitmen penuh untuk memastikan investasi ini menghadirkan kemakmuran rakyat, membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, maka satu kalimat dari kami: Dinda Suka, Bupati Punya Gaya,” pungkas Irsal. (*)

Berita Terkait

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen
Perkuat Sinergi Organisasi, DPD TMI Nagan Raya Apresiasi Pelantikan DPW TMI Sumut
Tarmizi Age: Jangan Biarkan Tambang Aceh Dikuasai Cukong, Rakyat Tidak Boleh Hanya Jadi Penonton
Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika
Brimob Batalyon C Pelopor Bekali 230 Santri dengan Jiwa Kepemimpinan dan Semangat Cinta Tanah Air
Brimob Batalyon C Pelopor Pasang Sling Jembatan 109 Meter di Sikundo, Permudah Akses Sekolah dan Kebun Wujud
Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh
DPD Tani Merdeka Indonesia Nagan Raya Usulkan Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Pratu Galuh Nugraha, Personel Subdenpom IM/1 Bireuen

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Anggota POM TNI Saat Pengejaran Pelaku Tindak Pidana Narkotika

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:18 WIB

Aceh Bangkit! Rp58,9 Triliun Dikucurkan untuk Rehabilitasi-Rekonstruksi, Safrizal ZA: Kita Bangun Lebih Baik dan Tangguh

Senin, 20 Juli 2026 - 02:43 WIB

Polisi Berhasil Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas di Aceh Selatan dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:23 WIB

Medco E&P dan BPMA Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu, 19 Juli 2026 - 01:28 WIB

Pemerintah Diminta Segera Hadir Beri Kepastian Hukum Tanah Wakaf Blang Padang

Minggu, 19 Juli 2026 - 00:44 WIB

Ketua IWO Indonesia Provinsi Aceh Kecam Pernyataan Oknum Pejabat BPJN Aceh yang Dinilai Merendahkan Profesi Wartawan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:42 WIB

Wadokai Day Karate Championship 2026 Resmi Ditutup, Hasballah Cut Apa: Dari Aceh Lahir Karateka Gemilang

Berita Terbaru