HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Panik Buying BBM, Pemerintah Jangan Hanya Mengimbau

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:56 WIB

50447 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon Baranewsaceh.co |  Fenomena panic buying bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah SPBU di Aceh Tengah dan Bener Meriah dinilai sangat merugikan masyarakat. Selain menghabiskan waktu dan tenaga, antrean panjang juga berdampak pada aktivitas ekonomi warga.

“Bukan hanya waktu dan energi yang terbuang. Jika waktu itu digunakan untuk bekerja atau berusaha, tentu ada nilai ekonomi yang bisa dihasilkan,” ujar Khosi NT, Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Aceh Tengah, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, ribuan masyarakat yang mengantre di berbagai SPBU, bahkan sejak malam hingga pagi hari, sesungguhnya menanggung kerugian besar bila dihitung dari waktu dan tenaga yang terpakai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, kerugian tersebut tidak hanya dalam bentuk materi. Kondisi ini juga menambah beban psikologis masyarakat yang hingga kini masih menyimpan trauma akibat musibah yang melanda daerah tersebut beberapa waktu lalu.

“Bukan hanya nilai rupiah yang terbuang, tetapi juga beban psikologis masyarakat yang masih trauma akibat musibah. Ini tentu menambah panjang daftar penderitaan masyarakat,” katanya.

Khosi menegaskan, pengalaman panic buying yang terjadi di Aceh Tengah dan Bener Meriah di tengah suasana Ramadhan ini tidak boleh terulang kembali. Pemerintah, kata dia, harus bersikap lebih waspada dan tegas dalam mengantisipasi situasi serupa.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengimbau masyarakat agar tidak panik. Lebih dari itu, pemerintah harus mampu membuktikan bahwa kebutuhan BBM masyarakat benar-benar tersedia dan terjamin.

“Pemerintah harus melakukan pengawasan secara berkelanjutan dan berani menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang telah menyampaikan informasi mengenai ketersediaan BBM serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Namun, ia menilai pengawasan semacam itu tidak boleh bersifat sementara.

“Langkah tersebut baik, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan. Jangan hanya diawasi ketika masalah sudah terjadi,” katanya.

Khosi menambahkan, upaya pencegahan seharusnya dilakukan sejak dini. Pemerintah diharapkan mampu membaca situasi sehingga kepanikan masyarakat dapat dicegah sebelum terjadi.

“Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Pemerintah harus jeli melihat potensi persoalan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat masih diliputi trauma pascabencana banjir bandang yang sempat membuat berbagai kebutuhan pokok sulit diperoleh.

“Pengalaman itu membuat masyarakat menjadi lebih sensitif. Sedikit saja ada informasi yang tidak jelas, emosi masyarakat mudah terpancing,” kata Khosi.

Karena itu, ia mengingatkan semua pihak untuk berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam memilah informasi dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum tentu benar.

Ia juga meminta pemerintah memastikan secara terbuka bahwa pasokan BBM hingga menjelang Idul Fitri dalam kondisi aman.

Menurutnya, kepastian tersebut harus dibarengi dengan pengawasan lapangan yang konsisten serta tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan.

“Pemerintah harus mampu mengembalikan kepercayaan publik bahwa mereka hadir di tengah masyarakat. Itu tidak cukup dengan imbauan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata,” ujarnya. (Dani)

Berita Terkait

Tani Merdeka Aceh, APPSI, dan SPPG Sepakat Jalin Kerja Sama untuk Serap Hasil Pertanian Lokal
Hujan Deras Jadi Berkah, Mas Dar Terobos Hujan Resmikan 980 Dapur Gizi, Menyapa Pekerja & Bagikan Doorprize Anak”
Warga Rusip Antara Aceh Tengah Meninggal Dunia Diduga Terinjak Gajah, Ambulans Terhalang Longsor
Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman
Nahkoda Baru APPSI Aceh Tengah 2025-2030 Siap Dilantik, Ali Munawardiko Jabat Ketua
Alat Berat Kemendagri Kabur Sebelum Kontrak Usai, Warga Aceh Tengah Jadi Korban Janji Penanganan Bencana
Jembatan Reje Payung di Linge Aceh Tengah Kembali Terputus, Akses Warga Lumpuh Total
Luapan Air Rendam Lima Desa di Pegasing Aceh Tengah, Hujan Tak Kunjung Reda

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:05 WIB

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Sat Binmas Polres Pidie Berikan Penyuluhan kepada Masyarakat di Terminal Sigli

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:21 WIB

GEGER Jalur Tengkorak Tangse Geumpang Lumpuh Total Tertimbun Longsor, Aksi Heroik TNI Polri Dan Warga Belah Gunung Pake Alat Seadanya!

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:45 WIB

Minggu Kasih, Kapolres Pidie Sambangi Warga Tionghoa, Perkuat Toleransi dan Kerukunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Kapolres Pidie Perkuat Sinergi dengan Ulama, MPU Siap Dukung Pemeliharaan Kamtibmas

Rabu, 30 September 2026 - 04:20 WIB

Tenda Rakyat Dibakar, Ratusan Ekskavator Dan Operator Cina Dibiarkan Mengeruk Geumpang

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Keuchik Gampong Tgk. Laweung Buka Suara soal Yayasan Jabal Ulum Pidie: Dugaan Pelecehan Diminta Diusut Tuntas, Anak-anak Harus Dipulihkan

Senin, 28 September 2026 - 05:13 WIB

Di Geumpang Pidie Hukum Membakar Tenda Rakyat dan Membiarkan Ekskavator Pemodal

Senin, 28 September 2026 - 00:59 WIB

Penertiban PETI Geumpang Disorot, Penindak Dianggap Tebang Pilih, Pemodal Besar dan Jaringan Penadah Emas Ilegal Tak Tersentuh

Berita Terbaru