Longsor dan Banjir Putus Jalur Kotacane–Gayo Lues, Ratusan Warga Terjebak di Palok
BARANEWS.com – Bencana alam berupa tanah longsor disertai banjir luapan terjadi di kawasan Palok, sekitar Kilometer 17, Jalan Lintas Kotacane–Gayo Lues, pada Rabu malam, 4 Februari 2026. Peristiwa ini menyebabkan akses transportasi di jalur vital penghubung Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara lumpuh total.
Informasi yang dihimpun dari saksi mata di lokasi, Aman Susi (49), warga Desa Porang, menyebutkan bahwa material longsor menutup badan jalan dengan tumpukan lumpur cukup tebal, sementara debit air banjir masih tinggi merendam jalur utama. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terhenti sepenuhnya dan kendaraan tidak dapat melintas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dampak material sudah terlihat dengan satu unit mobil minibus terjebak dan terendam banjir serta lumpur di tengah badan jalan, memperparah penyumbatan akses.
Situasi paling mengkhawatirkan adalah terjebaknya sekitar 300 orang warga di sekitar lokasi bencana. Ratusan warga tersebut merupakan rombongan pengantar pengantin yang menggunakan sepeda motor dan mobil bak terbuka jenis L300. Mereka terpaksa bertahan di tengah hujan lebat dan suhu dingin sejak malam tanpa tempat berlindung yang memadai.
Tim Hunian Sementara (Huntara) BPBD Kabupaten Gayo Lues yang telah disiagakan untuk penanganan darurat juga dilaporkan ikut terjebak banjir bersama masyarakat di sekitar lokasi. Kondisi ini membuat upaya evakuasi dan pembersihan material longsor menjadi semakin sulit dilakukan, terlebih dengan keterbatasan alat berat di lapangan.
Pelapor menilai keadaan warga yang terjebak membutuhkan penanganan cepat karena paparan cuaca ekstrem berisiko menurunkan kondisi fisik mereka, termasuk ancaman hipotermia. Selain itu, kawasan Palok disebut masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan jika hujan terus berlangsung.
Dalam laporan tersebut, disampaikan sejumlah langkah mendesak yang perlu segera dilakukan, antara lain pengerahan alat berat dari Dinas PUPR terdekat untuk membuka akses jalan, pengiriman logistik darurat seperti makanan, air bersih, dan selimut bagi warga yang tertahan, serta dukungan personel TNI untuk membantu evakuasi sekaligus menjaga situasi tetap kondusif di tengah kondisi darurat.
Bencana ini kembali menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas instansi dalam menghadapi ancaman alam yang dapat sewaktu-waktu memutus jalur distribusi dan mengancam keselamatan masyarakat di wilayah pegunungan Aceh. (J.porang)

































































