Mahasiswa UNIKI Dirikan Sekolah Darurat di Ketol, Aceh Tengah, untuk Anak Terdampak Bencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 00:45 WIB

50419 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketol, Aceh Tengah – Demi memastikan anak-anak korban bencana tidak kehilangan hak atas pendidikan, sejumlah mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen menunjukkan aksi nyata melalui pendirian sekolah darurat di Desa Rejewali, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program relawan pendidikan yang diinisiasi Yayasan Sukma Bangsa dan melibatkan mahasiswa UNIKI dari berbagai program studi.

Sekolah darurat ini hadir sebagai respons terhadap situasi darurat pasca bencana banjir dan tanah longsor yang menerjang kawasan pedalaman Aceh Tengah pada akhir tahun 2025. Warga terdampak kehilangan rumah, fasilitas umum rusak berat, termasuk sekolah-sekolah yang menjadi tempat belajar anak-anak. Di tengah kondisi porak-poranda, tenda darurat dijadikan ruang belajar, tempat para relawan dan mahasiswa menghidupkan kembali semangat pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki, mahasiswi Program Studi Seni dan Pertunjukan FKIP UNIKI, yang ikut terlibat langsung dalam pengajaran menyampaikan bahwa sekolah darurat ini bertujuan menghindari anak-anak dari kondisi putus sekolah, sekaligus memberi ketenangan psikososial pasca bencana.

“Kami membuka sekolah darurat bersama guru-guru SD Negeri 10 Ketol. Kegiatan belajar dilakukan dalam tenda, enam hari seminggu dari pukul 10.00 hingga 12.00 siang. Sore harinya, pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, kami mengajar mengaji,” ujar Nurul Maqfirah, didampingi Miftahul Rizki.

Sebanyak 46 murid terlibat dalam aktivitas belajar ini. Mereka adalah anak-anak dari keluarga terdampak bencana hidrometeorologi, yang kini tinggal di pengungsian atau rumah warga yang selamat. Dalam proses pembelajaran, para relawan juga menyisipkan program trauma healing untuk mengurangi beban psikologis anak-anak serta mengembalikan semangat belajar mereka.

“Program trauma healing kami lakukan lewat permainan, menggambar, berdongeng, dan aktivitas kreatif lainnya. Kami ingin membangun ulang semangat mereka,” tutur Nazira Safira, mahasiswi Prodi Manajemen UNIKI yang turut mendampingi.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Akses jalan rusak berat akibat longsor, jalur transportasi terputus. Para relawan harus berjalan kaki hingga lima kilometer melewati medan pegunungan untuk bisa menjangkau titik lokasi sekolah darurat. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk menjalankan misi kemanusiaan.

Sebelumnya, sebelum menetap di Desa Rejewali dan Desa Bintang Pelara, para relawan bersama mahasiswa UNIKI telah menggelar asesmen kondisi pendidikan di SD Negeri 20 Ketol dan SMP Negeri 32 Takengon. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penempatan relawan dan penyusunan aktivitas belajar yang sesuai kondisi lapangan.

Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa ini merupakan bagian dari bentuk nyata pengabdian kampus kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara kampus dengan Yayasan Sukma Bangsa dalam mendukung kegiatan pendidikan pasca bencana.

“Mahasiswa UNIKI akan berada di lokasi terdampak bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah selama tiga bulan, terhitung sejak 10 Januari 2026. Ini adalah bagian dari komitmen kampus dalam membangun karakter peduli melalui pengabdian yang berdampak langsung,” ujar Dr. Kamaruddin.

Ia berharap apa yang dilakukan mahasiswa dapat memberi kontribusi nyata, baik dalam mendampingi anak-anak belajar maupun dalam memulihkan kondisi psikologis masyarakat pasca bencana, seraya menanamkan nilai kemanusiaan di kalangan generasi muda UNIKI.

Adapun mahasiswa yang terlibat antara lain Aulia Agustian (Prodi Ilmu Hukum), Nazira Safira (Manajemen), serta Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Seni dan Pertunjukan – FKIP UNIKI). Kehadiran mereka di tengah masyarakat yang sedang berjuang kembali pulih, menjadi bukti bahwa kepedulian dan semangat muda dapat menjadi garda terdepan dalam menyemai harapan di daerah-daerah terdampak. (ZK)

Berita Terkait

Warga Soroti Usulan PBPH Getah Pinus PT JMI, Akses Hidup Lokal Terancam?
Semarak HUT Bhayangkara Ke 80, 16 Tim Binaan Cabdin Bener Meriah Ikuti Turnamen Sepak Bola U17
Alumni Dayah Darussa’adah Lipah Rayeuk Bireun Perkuat Silaturahmi di Takengon
Aliansi Masyarakat Bintang Bersatu Tunda Aksi ke DPRK Aceh Tengah, Tunggu Kehadiran Bupati di Lokasi Bencana
Biografi Mantan Atase Kebudayaan RI di Kairo Mesir Sekaligus Eks Kepala SMA Negeri 1 Takengon Segera Terbit
Bea Cukai Lhokseumawe Dukung Industri Lokal, Kawal Produk Sigaret Putih Tangan Gayo Tembus Pasar Nasional
Langit Atu Lintang “Mengamuk”, Hujan Es Hantam Merah Munyang
Putra Gayo Yusradi Usman al-Gayoni Kumandangkan Azan dalam Festival Ramadan 2026 di Inggris

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:39 WIB

Brigjen TNI Mahesa Fitriadi Kagum Lihat Antusias Pelajar Sambut Penutupan TMMD

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:13 WIB

Penampilan Spektakuler Pelajar dan TNI Warnai Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:30 WIB

Pencak Silat Militer Yon TP 958/RM Curi Perhatian pada Penutupan TMMD ke-128 Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:07 WIB

Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:30 WIB

Kapok Sahli Pangdam IM: TNI Hadir Membantu Kesulitan Masyarakat Hingga Pelosok Desa

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:35 WIB

Sembako Murah Jadi Daya Tarik Penutupan TMMD Ke-128 Kodim Abdya

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:07 WIB

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, TMMD Ke-128 Abdya Bantu Warga dengan Kandang Ayam

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:46 WIB

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Brigjen TNI Mahesa Tinjau Proyek TMMD Ke-128 di Desa Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:07 WIB