Anggota DPR RI Tinjau Langsung Rongsokan Mobil Camat Pantan Cuaca yang Hanyut Akibat Jembatan Ambruk

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 - 02:08 WIB

50359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Irmawan, meninjau langsung kondisi kendaraan dinas milik Camat Pantan Cuaca yang sempat viral di media sosial setelah terlihat hanyut akibat ambruknya jembatan di wilayah tersebut. Peninjauan dilakukan pada Kamis, 9 Januari 2026, saat Irmawan mengunjungi Desa Kuling Kurnia, lokasi di mana kendaraan tersebut akhirnya ditemukan tersangkut di tengah aliran sungai.

Kendaraan dinas itu sebelumnya menjadi sorotan publik sejak rekaman dan foto-fotonya menyebar secara luas pada Kamis, 1 Januari 2026. Dalam unggahan yang beredar, terlihat sebuah mobil pelat merah terhenti tepat di ujung jembatan yang telah ambles akibat diterjang banjir bandang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mobil tersebut sudah berada di Jembatan Seneren sejak akhir November 2025, ketika banjir besar memutus akses jalan di kawasan Pantan Cuaca dan sekitarnya. Namun karena kondisi jalan yang masih terisolasi dan sulit dilalui, mobil tersebut tetap terparkir di lokasi hingga akhirnya terseret arus saat jembatan ambruk total awal Januari ini.

Dalam video pendek yang dibagikan oleh timnya, Irmawan tampak berdiri di tepi sungai bersama kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Ia menunjukkan kondisi mobil yang sudah dalam keadaan ringsek, dan terperangkap di antara batuan besar serta aliran air sungai yang deras. Irmawan juga menyampaikan rasa prihatin atas peristiwa tersebut sekaligus mengapresiasi semangat masyarakat yang tetap waspada di tengah segala keterbatasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hari ini berada di Desa Kuling Kurnia bersama kepala desa dan beberapa tokoh masyarakat. Kami bisa langsung menyaksikan kondisi rongsokan mobil camat yang dahulu hanyut dari Jembatan Seneren. Saat ini mobil itu terjebak di tengah sungai. Dari tampilannya, besar kemungkinan mobil ini sudah tidak bisa digunakan lagi, meski mesinnya tampak masih utuh,” kata Irmawan dalam pernyataannya.

Kehadiran Irmawan di lokasi juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa masalah infrastruktur yang rusak berat pascabencana banjir bandang di wilayah Kabupaten Gayo Lues mendapat perhatian serius di level pusat. Menurutnya, peristiwa hanyutnya mobil dinas tersebut mencerminkan betapa gentingnya kondisi akses jalan dan jembatan di sejumlah kecamatan pedalaman, termasuk Pantan Cuaca, yang selama ini mengandalkan jalur penghubung antarwilayah sebagai satu-satunya akses mobilitas dan layanan pemerintahan.

Mobil dinas milik Camat Pantan Cuaca menjadi simbol kerentanan yang nyata di tengah rapuhnya konektivitas infrastruktur dasar di kawasan perbukitan Aceh bagian tengah. Kerusakan jembatan Seneren tidak hanya menyebabkan tersendatnya arus logistik dan transportasi warga, tetapi juga menciptakan kendala serius bagi kegiatan pemerintahan, pendidikan, dan layanan kesehatan di daerah yang terdampak langsung oleh bencana hidrometeorologi.

Dalam peninjauannya, Irmawan juga menyampaikan bahwa pihaknya di Komisi V akan terus mendorong pemerintah, khususnya melalui Kementerian PUPR dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, agar segera merespons kondisi kerusakan fisik secara cepat dan berkesinambungan. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi besar-besaran terhadap infrastruktur vital yang berada di zona rawan bencana, mengingat iklim ekstrem yang semakin menjadi tantangan rutin di wilayah dataran tinggi seperti Gayo Lues.

“Kita tidak bisa hanya menunggu laporan kerusakan. Kementerian teknis dan lembaga terkait harus proaktif melakukan audit terhadap jembatan dan akses jalan yang berada di lokasi-lokasi risiko tinggi. Tidak hanya untuk segera diperbaiki, tapi juga untuk diperkuat agar tidak runtuh pada musibah berikutnya. Apalagi ini wilayah vital lintas kabupaten,” ujarnya.

Masyarakat setempat mengaku khawatir jika kondisi jembatan dan akses sungai tidak segera ditangani. Tidak sedikit warga yang kini harus melakukan perjalanan memutar sejauh belasan kilometer hanya untuk mengakses pelayanan dasar. Selain itu, distribusi bantuan dari pusat maupun provinsi juga mengalami keterlambatan lantaran jalur utama yang rusak tersebut belum dapat dilalui kendaraan.

Momen peninjauan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam perencanaan infrastruktur, terutama di kawasan yang secara geografis rentan bencana. Irmawan menutup kunjungannya dengan menyampaikan komitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi, serta memperjuangkan tambahan alokasi anggaran untuk daerah-daerah terdampak.

Mobil dinas yang hanyut itu bukan sekadar kendaraan pemerintahan yang rusak, tetapi menjadi penanda penting bagi negara bahwa keterisolasian wilayah pascabencana bukan lagi soal keterlambatan teknis, melainkan soal keberlangsungan kehidupan masyarakat yang membutuhkan perlindungan cepat dan nyata dari negara. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir
Kapolres Gayo Lues Ajak Pekerja dan Masyarakat Bersatu untuk Kesejahteraan di Hari Buruh 2026

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:03 WIB

Rutin Dinas Pangan Agara Ditengarai Sarat Masalah Dan Disinyalir Dikorupsi

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:11 WIB

Putra Aceh Pemersatu! Kapolda Marzuki Rangkul Mualem, Sekda dan Ketua DPRA di Momen Haru Pelepasan Haji

Senin, 4 Mei 2026 - 22:26 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara dalam Penilaian Pelayanan Publik 2025

Senin, 4 Mei 2026 - 19:59 WIB

Penyerahan bantuan sosial untuk masyarakat Desa Lawe Pinis, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong kemandirian ekonomi komunitas adat terpencil pada 2026.

Senin, 4 Mei 2026 - 16:47 WIB

Transaksi Sabu di Kebun Jagung Digagalkan, Polsek Lawe Sigala-gala Amankan Seorang Pria

Senin, 4 Mei 2026 - 01:07 WIB

Dedikasi Tinggi Pamapta II SPKT Polres Aceh Tenggara, Bukti Komitmen Lindungi Jurnalis

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:03 WIB

Pelaku Penyembelihan Ustad Diduga Kembali Berulah, Wartawan di Aceh Tenggara Dianiaya Brutal di Warung Kopi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 02:12 WIB

Setahun Mengabdi, Kapolres Aceh Tenggara Ukir Prestasi Gemilang: 92 Persen Kasus Tuntas, Narkotika Dihantam Tanpa Ampun

Berita Terbaru