slot preparation.lsrs.lu

Infrastruktur Gayo Lues Rusak Parah Pascabencana, Puluhan Ruas Jalan dan Jembatan Terdampak

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:36 WIB

50302 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada akhir 2025 meninggalkan kerusakan infrastruktur yang cukup berat. Sejumlah fasilitas dasar seperti jalan, jembatan, saluran irigasi, dan bangunan pengaman tebing dilaporkan rusak atau hancur diterjang banjir dan longsor yang terjadi secara beruntun selama beberapa pekan terakhir tahun lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gayo Lues, Chairuddin Kasiman, menyampaikan bahwa hingga Minggu (4/1/2026), pihaknya mencatat sebanyak 55 ruas jalan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sejumlah ruas bahkan terputus total akibat tertimbun longsor atau amblas diterjang air bah. Kerusakan ini mengganggu mobilitas masyarakat dan upaya distribusi bantuan logistik yang saat ini masih berlangsung di sejumlah kawasan terdampak bencana.

“Dari hasil pendataan sementara, ada 55 ruas jalan yang terdampak. Kondisinya bervariasi, ada yang hanya tergenang, namun tak sedikit yang mengalami kerusakan struktural dan perlu dilakukan perbaikan besar,” ujar Chairuddin saat dikonfirmasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain jalan, kerusakan juga terjadi pada 105 unit jembatan di seluruh wilayah kabupaten. Rinciannya meliputi 13 jembatan rangka baja, 21 unit jembatan baja komposit, 58 unit jembatan gantung, tiga unit jembatan bailey, dan 10 unit jembatan baja WF. Sejumlah jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat kuatnya arus sungai yang meningkat signifikan selama hujan deras terjadi.

Tak hanya itu, sistem irigasi yang menunjang pertanian warga juga terdampak cukup parah. Sebanyak 60 infrastruktur irigasi dilaporkan rusak atau tersumbat, sehingga mengancam kelangsungan pengairan lahan pertanian di beberapa kecamatan. Padahal sektor pertanian selama ini menjadi tumpuan utama bagi perekonomian masyarakat Gayo Lues.

“Kerusakan ini terjadi secara merata, tidak hanya di satu atau dua titik. Hampir seluruh kecamatan terdampak dalam beragam skala,” jelas Chairuddin.

Kerusakan juga menyasar infrastruktur pengamanan sungai, seperti bangunan penahan atau pengaman tebing. Sebanyak 58 titik bangunan pengaman yang selama ini menjadi pelindung kawasan permukiman dan lahan pertanian dari ancaman erosi dan banjir telah hanyut terbawa arus besar. Hilangnya bangunan pengaman ini menambah kerentanan wilayah terhadap bencana susulan, terutama bila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Kondisi cuaca di awal tahun yang masih menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat menjadi perhatian tersendiri. Pihak PUPR bersama instansi terkait saat ini terus melakukan penilaian cepat di lapangan guna merancang perbaikan darurat sekaligus penyusunan rencana rehabilitasi infrastruktur secara menyeluruh.

Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat untuk penanganan infrastruktur pascabencana ini, mengingat skala kerusakan yang cukup luas dan membutuhkan alokasi anggaran besar.

Dalam situasi seperti ini, ketahanan infrastruktur diuji secara nyata. Rangkaian kerusakan tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, tetapi juga memperlambat respons tanggap darurat serta pemulihan jangka panjang. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemulihan infrastruktur dasar sebagai bagian dari agenda rekonstruksi pascabencana, seraya meminta dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga serta memantau potensi risiko lanjutan di lapangan. (RED)

Berita Terkait

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB