slot preparation.lsrs.lu

Warga Gayo Lues Kesulitan Akses Komunikasi, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:29 WIB

50355 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Harapan warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh, untuk kembali beraktivitas normal pascabencana alam tampaknya masih menghadapi tantangan besar. Hingga Senin (5/1), layanan jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut dilaporkan belum pulih sepenuhnya. Gangguan serius pada jaringan Telkomsel yang menjadi penyedia utama layanan seluler di wilayah itu menyebabkan akses telepon dan internet masih sangat terbatas.

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi sinyal yang tidak stabil. Layanan komunikasi tidak hanya lemah, tetapi kerap menghilang total (blank spot), bahkan di pusat kecamatan yang biasanya menjadi titik prioritas jaringan. Situasi ini memicu kesulitan komunikasi secara luas di tengah masa pemulihan dari banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan pegunungan Aceh sejak akhir November 2025.

Ketergantungan masyarakat terhadap jaringan digital saat ini membuat gangguan tersebut berdampak luas. Di beberapa desa, warga terpaksa berjalan kaki atau menempuh jarak jauh dengan kendaraan ke kawasan dataran tinggi hanya untuk sekadar mengirim pesan atau menelpon keluarga. Pencarian sinyal menjadi aktivitas harian yang melelahkan, terutama bagi mereka yang masih berada di lokasi terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sudah lebih dari sebulan, tapi internet dan telepon masih mati-hidup. Padahal komunikasi itu vital, apalagi kalau ada kondisi darurat pasca bencana,” ujar seorang warga Kecamatan Teripe Jaya yang ditemui di perbukitan saat mencari sinyal. Ia bersama beberapa warga lain mendirikan tenda kecil di lereng bukit demi bisa mengakses jaringan meski sekilas.

Masalah ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi turut memengaruhi sektor-sektor penting lainnya. Koordinasi logistik bantuan kemanusiaan menjadi tidak lancar akibat sulitnya menjangkau pos-pos relawan dan perangkat desa. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk proses jual beli dan distribusi hasil pertanian, juga terganggu karena tidak tersedianya akses komunikasi elektronik.

Sektor pendidikan pun terdampak. Banyak sekolah dan madrasah yang tidak bisa menjalankan kegiatan administrasi berbasis daring karena terputusnya koneksi. Beberapa guru dilaporkan kesulitan melakukan pelaporan ke dinas karena sistem berbasis aplikasi tidak bisa diakses. Hal ini memperparah kondisi anak-anak yang sebelumnya sempat diliburkan akibat bencana.

Masyarakat berharap pemulihan jaringan dapat segera dilakukan menyeluruh, tidak bersifat sementara atau bergantung cuaca. Sejumlah warga meminta agar penyedia layanan memberikan perhatian serius terhadap wilayah-wilayah seperti Gayo Lues yang memiliki tantangan geografis tinggi, tetapi tak bisa diabaikan dari pembangunan infrastruktur dasar, terutama di sektor komunikasi.

Sebagai wilayah yang secara historis rawan bencana, keberadaan jaringan komunikasi menjadi sangat krusial. Tidak hanya untuk mobilitas informasi, tetapi juga sebagai jalur penyelamatan dan peringatan dini bila terjadi kejadian susulan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari penyedia layanan terkait kendala teknis maupun target waktu pemulihan penuh jaringan di wilayah tersebut. Beberapa upaya perbaikan dilaporkan telah dilakukan secara bertahap, namun belum menunjukkan dampak signifikan terhadap kualitas layanan di lapangan.

Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah diharapkan dapat turut aktif mendorong pemulihan layanan telekomunikasi dengan melibatkan operator dan pemangku kebijakan pusat. Keberfungsian layanan komunikasi menjadi syarat dasar bagi percepatan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat Gayo Lues yang krisisnya belum sepenuhnya berakhir. (*)

Berita Terkait

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana
Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:11 WIB

LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!

Selasa, 3 November 2026 - 11:15 WIB

Gampong Gunong Geulogo Gelar Rembuk Stunting 2026, Perkuat Komitmen Percepatan Penurunan Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 10:34 WIB

DPMGP4 Nagan Raya Luncurkan Sosialisasi SIMPADU-NARA, Pengajuan Dana Desa Kini Lebih Mudah dan Transparan

Senin, 2 November 2026 - 13:26 WIB

Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas

Minggu, 1 November 2026 - 20:10 WIB

Bupati TRK Tinjau Kesiapan Bandara Cut Nyak Dhien, Persiapan Sambut Kedatangan Presiden Prabowo Capai 85 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 12:10 WIB

Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, SD Negeri Babah Rout Tanamkan Nilai Keteladanan dan Akhlak Mulia kepada Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 03:05 WIB

Istri Kunci Kamar Rumah Dinas hingga Pagi, Ketua DPRK Nagan Raya Dilaporkan ke Polisi dan Desakan PAW Menguat

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga

Rabu, 4 Nov 2026 - 12:42 WIB