Sekolah di Gayo Lues Mulai Dibuka 5 Januari, Daerah Terdampak Bencana Gunakan Tenda Darurat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026 - 22:48 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Aktivitas belajar mengajar di Kabupaten Gayo Lues dijadwalkan akan kembali dimulai pada Senin, 5 Januari 2026. Meskipun sejumlah wilayah masih dalam masa tanggap darurat akibat banjir dan longsor, Dinas Pendidikan Gayo Lues memastikan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikannya, terutama di daerah terdampak, dengan memanfaatkan tenda darurat sebagai ruang kelas sementara. Langkah ini diambil agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi di tengah kondisi sulit pascabencana.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues, Salid, mengatakan bahwa beberapa sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini hingga Sekolah Menengah Pertama mengalami kerusakan yang cukup berat dan tidak memungkinkan untuk digunakan dalam waktu dekat. Dari data yang dihimpun, setidaknya terdapat satu Taman Kanak-Kanak, lima Sekolah Dasar, empat Sekolah Menengah Pertama, serta satu Madrasah Ibtidaiyah Swasta yang terdampak langsung oleh bencana.

“Sistem belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana biasanya namun tentu dengan penyesuaian. Kami tidak bisa memaksa proses belajar berlangsung sepenuhnya normal di hari-hari awal. Kemungkinan besar pembelajaran akan dibuat lebih ringan, lebih ke pendekatan bermain sambil belajar, sebagai bagian dari trauma healing bagi anak-anak,” ujar Salid, Minggu (4/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa kegiatan belajar akan berlangsung dalam waktu lebih singkat dari biasanya, mengingat fasilitas yang terbatas, serta kondisi psikologis siswa dan guru yang masih dalam masa pemulihan. Beberapa lokasi sekolah darurat telah dipersiapkan di Kecamatan Tripe Jaya, antara lain SD Negeri 3 dan SMPIT Askaril Ikhlas. Di Kecamatan Pantan Cuaca, dua titik sekolah darurat akan ditempatkan di Kampung Remukut dan Tetingi, tepatnya di SD Negeri 4 dan SD Negeri 5.

“Di Kecamatan Pining, SD Negeri 5 di wilayah Pepelah juga terdampak, begitu juga di Agusen, meski sekolahnya mungkin masih bisa dipakai, sebagian besar masyarakatnya menjadi pengungsi. Di Kampung Palok, anak-anak dari keluarga pengungsi juga perlu fasilitas belajar yang darurat,” jelasnya.

Dinas Pendidikan juga bergerak cepat untuk mendata guru dan tenaga pendidikan yang terdampak. Dari hasil pendataan, sebanyak 85 rumah milik guru dilaporkan hanyut terbawa arus banjir. Untuk meringankan beban para guru tersebut, keluarga besar Dinas Pendidikan turut memberikan bantuan secara gotong royong.

“Bersama Bapak Bupati dan BPBD, kami juga tengah menyiapkan bantuan untuk para siswa dan guru berupa seragam sekolah, seragam dinas, serta perlengkapan alat tulis. Kami pastikan hari pertama masuk sekolah, anak-anak sudah bisa menerima bantuan ini. Karena banyak dari mereka yang betul-betul tidak lagi memiliki apa-apa,” ungkap Salid.

Dalam pelaksanaan kegiatan belajar darurat, tenda tempat belajar akan didirikan di sekitar lokasi pengungsian, namun tetap dijaga agar tidak membaur langsung di tengah-tengah tenda pengungsi. Hal ini untuk menjaga kenyamanan dan konsentrasi siswa selama pembelajaran berlangsung. Namun, ia mengakui bahwa ada pengecualian di lokasi-lokasi tertentu seperti di SD Negeri 10 Palok.

“Di Palok, memang kemungkinan besar ruang tenda belajar akan berdampingan dengan posko pengungsi. Bahkan, ada kemungkinan ruang belajar digunakan oleh orang tua di dalam posko, sedangkan anak-anak melaksanakan kegiatan belajar di tenda di luar,” tambahnya.

Melalui pembukaan sekolah darurat ini, pemerintah daerah berharap proses pendidikan di wilayah terdampak tetap berjalan meski dalam keterbatasan. Selain mendidik, kehadiran sekolah darurat ini juga diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan emosional bagi anak-anak yang terdampak langsung oleh bencana, sekaligus menjadi ruang harapan baru di tengah bangkitnya masyarakat Gayo Lues pascabencana. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Kadis Damkar Gayo Lues Turun ke Permukiman Warga, Petakan Titik Rawan dan Hambatan Penanganan Kebakaran
Polres Gayo Lues Berikan Pelayanan Cepat Pasca Meluapnya Sungai dan Putusnya Jembatan Aih Bobo
Brimob Polda Aceh, Tangguh Dan Tulus Mengayomi Masyarakat Gayo Lues
Cuaca Tak Menentu, BPBD Gayo Lues Imbau Warga Waspadai Banjir dan Longsor
Konferensi PGRI Cabang Pining Berjalan Sukses, Agustiandi Terpilih sebagai Ketua Baru
Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues
PT HK Bekerja Sepanjang Malam Tangani Longsor di Tetumpun, Warga Gayo Lues Diminta Waspada Saat Melintas
PT HK Bekerja Sepanjang Malam Tangani Longsor di Tetumpun, Warga Gayo Lues Diminta Waspada

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:54 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa Jalani Rawat Inap di RS Polri, Kuasa Hukum Sebut Kondisi Stabil namun Perlu Pengawasan Medis

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:27 WIB

Ketua Yayasan IFSR Ditahan, Enam Tersangka Korupsi Makan Bergizi Gratis Terseret Pengusutan Kejaksaan Agung

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:35 WIB

PT Palma Sumber Lestari di Pasangkayu: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Aroma Bisnis Sawit

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:52 WIB

Dancer DH Gracia Pertahankan Dominasi, Kembali Juarai Kelas Sprinter dan Harumkan Nama Gayo Lues

Senin, 15 Juni 2026 - 21:20 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Kota Malang, Bakar Ban hingga Ancam Turun dengan Massa Lebih Besar

Senin, 15 Juni 2026 - 06:25 WIB

Profesor Sutan Nasomal Sangat Yakin Presiden Prabowo Tutup Semua Pintu Setan Hanya Pintu Keadilan Untuk Rakyat Indonesia!!!

Minggu, 14 Juni 2026 - 02:36 WIB

BEM UI Bantah Demo Tanpa Pemberitahuan, Klaim Surat ke Polisi Sudah Dikirim

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka, Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis Makin Meluas

Berita Terbaru