Usai Pilkades Serentak, Aktivis di Simeulue Ajak Warga Jaga Persatuan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025 - 13:45 WIB

50383 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIMEULUE |  Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Simeulue telah selesai digelar pada 20 Desember 2025. Meski sempat diwarnai dinamika pemilihan seperti perbedaan pilihan dan kompetisi antar calon, sejumlah elemen masyarakat mengajak warga untuk kembali mempererat tali persaudaraan dan menjaga ukhuwah Islamiah, demi mendorong keberlanjutan pembangunan desa.

Salah satu suara yang muncul dari kalangan muda datang dari Alwan Samri, aktivis yang aktif dalam gerakan sosial kemasyarakatan di Simeulue. Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai kebersamaan usai proses demokrasi selesai berlangsung di tingkat desa. Menurutnya, Pilkades adalah ruang pembelajaran berdemokrasi yang sehat, bukan alasan untuk merenggangkan hubungan sosial yang selama ini sudah terpelihara dengan baik.

“Sebelumnya, kita ketahui bersama bahwa masyarakat Simeulue memiliki hati seperti ate fulawan, hati seperti emas. Kita juga memiliki budaya gotong royong dan saling menjaga yang sudah lama menjadi jiwa kita. Itu harus kita jaga,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia meyakini, perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat tetap menjaga hubungan sosial dan tidak terpecah akibat hasil pemilihan. Persatuan, menurutnya, tidak harus berarti kesamaan, melainkan kemampuan masyarakat untuk menghargai perbedaan dalam satu kesatuan tujuan: membangun desa.

“Kita bisa berbeda pendapat dan pilihan, tapi itu bukan alasan untuk berantakan atau membenci satu sama lain. Setiap suara berharga, dan setiap pilihan harus dihormati,” kata Alwan.

Alwan menuturkan, ia bersama sejumlah aktivis lokal lainnya telah berupaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga persatuan, bahkan sebelum Pilkades dilaksanakan. Cara yang digunakan beragam, mulai dari diskusi kecil dengan mahasiswa hingga forum warga yang melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat.

“Kita selalu mengadakan diskusi dengan beberapa mahasiswa, mengajak pemuda dan orang tua untuk berbicara tentang pentingnya Pilkades yang damai. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menciptakan suasana desa yang rukun,” ucapnya.

Ke depan, ia berharap persatuan dan semangat gotong royong yang sudah ditunjukkan masyarakat selama dan setelah Pilkades dapat menjadi fondasi kuat untuk pembangunan desa. Alwan menegaskan bahwa kepala desa yang terpilih harus didukung bersama demi kemajuan desa, tanpa melihat latar belakang pilihannya.

“Setelah kepala desa dipilih, kita butuh semua elemen—pemuda, pengusaha, tokoh masyarakat—bekerja bersama membangun infrastruktur, pendidikan, dan perekonomian desa. Tanpa persatuan, itu sulit dicapai,” tutupnya.

Diharapkan, semangat persaudaraan dan nilai-nilai lokal yang hidup di masyarakat Simeulue dapat menjadi modal sosial yang terus dijaga dan diwariskan, bukan hanya untuk menghadapi pesta demokrasi, melainkan juga sebagai pondasi kebersamaan dalam membangun masa depan yang lebih baik di tingkat desa. (*)

Berita Terkait

Viral! Pemuda Aceh Jadi Sorotan Setelah Cerita Pengalaman Bermain Slot Gacor yang Mengejutkan
Gempa M4,1 Guncang Tenggara Sinabang, Warga Merasa Getaran Ringan
Jumari.ST. Tokoh Muda Simeulue Siap Bacalon Kades Suka Maju Tahun 2025.
Kebohongan Publik dan Fitnah Terhadap Dinas PUPR: KSM dan Kepala Desa Padang Unoi Terancam Jerat Pidana serta UU ITE
Gempa Bumi Bermagnitudo 5,8 Guncang Sinabang, BMKG Imbau Warga Waspada
Mantan Pj Bupati Simeulue Serahkan SK Lahan Mantan GAM, Tapol/Napol dan Korban Konflik kepada Mualem
Bicara Pembangunan Pariwisata: Aktivis Mahasiswa Simeulue Jumpai Tazbir Abdullah, SH, M.Hum
Aktivis Mahasiswa, Mendesak DPRK Simeulue Bentuk Pansus Pengelolaan Keuangan Daerah

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:50 WIB

Pemerintah Aceh dan DPRA Konsultasikan Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Kemendagri

Senin, 17 Agustus 2026 - 02:35 WIB

Status Bendera Bintang Bulan Masih Menjadi Polemik di Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Teriakan “Merdeka” Warnai Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di Masjid Raya Baiturrahman

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:54 WIB

Hari Damai Aceh Berubah Jadi Chaos, Massa Kejar Aparat hingga Bakar Motor TNI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Aksi Kericuhan Hari Damai Aceh Rusak Sejumlah Kendaraan, Warga Minta Pemerintah Beri Perhatian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:43 WIB

Massa Tunjukkan Foto Korban Luka Saat Kerusuhan Peringatan Damai Aceh

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:37 WIB

Kericuhan Hari Damai Aceh: Tanda Kekecewaan atau Aksi yang Ditunggangi?

Minggu, 16 Agustus 2026 - 04:22 WIB

Kericuhan 21 Tahun Perdamaian Aceh Meluas ke Pendopo Gubernur, Simbol Negara Dicopot Massa

Berita Terbaru